Lab IoT Pertama Berdiri di Asia Tenggara

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 20:54 WIB
Lab IoT Pertama Berdiri di Asia Tenggara Ilustrasi (Barn Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk mengembangkan potensi besar internet of things (IoT), PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) membangun laboratorium IoT di Indonesia. Lab yang disebut X-Camp ini digunakan untuk menciptakan produk maupun solusi IoT untuk ide-ide yang datang dari internal XL Axiata dan ketika ada kebutuhan calon pelanggan. Hal ini dibutuhkan karena kebutuhan IoT untuk bisnis pelanggan berbeda-beda.

Laboratorium ini juga dirancang untuk membantu mengembangkan startup IoT dengan menggandeng venture capital dan inkubator. X-Camp juga bisa menjadi tempat mempertemukan kalangan bisnis/enterprise yang memiliki kebutuhan akan solusi IoT dengan para IoT Makers maupun sebaliknya.
"Nantinya use case atau kebutuhan atas solusi berbasis IoT tersebut dapat dikembangkan oleh para developer yang tergabung di dalam X-Camp, yang selanjutnya bisa direalisasikan menjadi produk atau solusi IoT sesuai dengan kebutuhan penggunanya," kata Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini saat peresmian di XL Axiata Tower, di Jakarta, Selasa (13/11).

Dian mengklaim X-Camp merupakan lab IoT terlengkap milik operator telekomunikasi di Indonesia. Lab ini mendapat sertifikasi GSMA Lab Alliance, organisasi GSM seluruh dunia.


"X-Camp juga menjadi satu-satunya Lab IoT yang tergabung di GSMA Lab Alliance di Kawasan Asia Tenggara," imbuh Dian.

X-Camp bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi demi memberikan pengembangan sumber daya manusia. Saat ini X-Camp menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Brawijaya Malang, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan menyusul beberapa universitas lainnya sebagai bagian program X-Camp Lab Alliance untuk bersama-sama membangun ekosistem IoT secara berkesinambungan.

Laboratorium ini juga berencana menyelenggarakan pelatihan dan memberi tempat bagi para juara kompetisi (seperti Hackaton, Ideation) agar menjadi produk IoT yang siap untuk dipasarkan.

Laboratorium yang akan mulai efektif beroperasi hari ini 14 November 2018. Beberapa di antaranya adalah ruang kerja yang dapat digunakan oleh para maker atau developer untuk membuat dan mengembangkan prototype produk IoT hingga versi small scale production.

Laboratorium juga menyediakan ruangan dan alat-alat untuk pengetesan user experience. Ada pula fasilitas untuk menampilkan produk-produk dan solusi IoT yang dihasilkan X-Camp dan juga ruangan untuk bertemunya para stakeholder.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto ikut meresmikan laboratorium IoT ini. (kst/eks)