Pengalaman Dua Jam Jadi Asisten Sopir Grabcar

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 15:08 WIB
Pengalaman Dua Jam Jadi Asisten Sopir Grabcar Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Agnes Savithri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beragam keluhan pengguna dan pengemudi mengenai cara kerja aplikasi Grab menggulirkan pesanan diakui sebagai 'rahasia dapur'. Namun, demi menjawab keingintahuan itu, Grab mengajak sejumlah awak media untuk menjadi asisten Grabcar dalam kegiatan 'Grab Experience' pada Rabu (6/12) lalu.

Laiknya pengemudi, pewarta yang berperan sebagai asisten sehari ini juga dibekali sebuah ponsel dengan aplikasi Grab khusus driver. CNNIndonesia.com mendapat kesempatan untuk mendampingi pengemudi Grabcar bernama Ricky Chandra.

Setelah mendapat penjelasan tata cara menggunakan aplikasi dan menjadi asisten, perjalanan untuk menerima pesanan penumpang dimulai tepat pukul 12.00 WIB. Beda dengan pesanan biasa, keberadaan asisten hanya dibatasi untuk pengambilan maksimal dua jam setelah serah terima ponsel.


"Jadi hanya di sekitar Kuningan, Sudirman saja ngambil ordernya. Biar kalian tidak terlalu jauh dan kejebak macet. Kalau pesanan jauh, kalian boleh tolak, tenang tidak akan pengaruhi performa sopir ya karena bukan pakai akun asli mereka," kata perwakilan dari Grab Indonesia.

Selain pengarahan dari Grab, Ricky sebagai pengemudi juga sedikit memberi arahan cara mengoperasikan aplikasi. Sepintas terasa sederhana dan tidak terlalu rumit, termasuk bagi orang awam seperti halnya para pewarta. Bedanya hanya aplikasi ini bisa memberi tahu pengemudi mengenai daerah mana saja yang mengalami lonjakan pesanan.

Indikator lonjakan pesanan dengan harga cukup tinggi ditandai dengan zona merah. Sementara zona kuning dan hijau menandakan pesanan tidak sebanyak di zona merah.

Tak butuh waktu lama ketika berada di zona, tombol di bagian kanan atas memberikan notifikasi penanda ada pesanan masuk. Pesanan diketahui berasal dari seorang perempuan yang meminta diantarkan dari tempat kosnya di daerah Kuningan menuju gedung WTC di Sudirman.

Meski jaraknya tak jauh, namun arus lalu lintas yang padat di kawasan Kuningan membuat perjalanan butuh waktu lebih lama.

Menjajal Pengalaman Sehari Jadi Asisten Sopir GrabcarFitur pada aplikasi Grab khusus pengemudi. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)

Fitur pendukung

Sebagai asisten, ada beberapa fitur yang tidak bisa digunakan seperti fitur berkomunikasi langsung dengan penumpang. Padahal saya berencana memberi tahu jika ada saya sebagai penumpang tambahan selama perjalanan. Kendala ini terjadi lantaran tidak ada pulsa yang cukup untuk melakukan panggilan telepon.

Selain telepon dan teks, pengemudi dan asisten bisa memanfaatkan fitur pesan suara pada Grabchat. Fitur chatting tak dipungkiri cukup membantu pengemudi ketika harus fokus mengemudi, alih-alih membalas pesan dari penumpang.

Fitur lainnya terdapat pesan chat otomatis seperti kata 'ok', 'saya akan tiba dalam beberapa menit', dan pesan otomatis lainnya untuk merespons penumpang sembari menunggu dijemput.

"Kalau saya biasanya setelah dapat order tekan dulu 'ok'. Baru abis itu setelah jalanan lengang saya telepon," jelas Ricky kepada CNNIndonesia.com.


Fitur lain yang memudahkan yakni navigasi Google Maps yang terintegrasi dengan aplikasi Grab. Nantinya akan ada tanda panah yang saat ditekan akan menunjukkan ke arah mana lokasi pemesan. Tak dipungkiri aplikasi ini cukup akurat sebagai penunjuk jalan.

Belum rampung dengan satu penumpang, aplikasi pengemudi kembali berbunyi menandakan ada permintaan pesanan berikutnya. Ricky mengutarakan hal itu merupakan keistimewaan yang ditawarkan Grab sebagai order marathon. Tak terhitung berapa banyak order masuk, namun kami hanya bisa mengambil satu pesanan lagi.

Kali ini pesanan datang dari sebuah tempat kos di Karet dengan tujuan ke pusat perbelanjaan di kawasan Kuningan. Tak butuh lama, kami bergegas karena kondisi lalu lintas yang semakin merayap.

Penumpang awam dengan fitur keamanan

Selama perjalanan, CNNIndonesia.com sempat berbincang dengan penumpang terkait fitur khusus penumpang terutama terkait keamanan. Hal itu terliaht dari dua penumpang yang mengaku tidak satu pun mengetahui adanya fitur SOS.

"Saya malah baru tau ada. Saya tahunya yang baru cuma voice note sama bisa kirim gambar saja," ucap salah satu penumpang.

Lebih jauh, ia juga mengatakan kurang sosialisasi dari pihak Grab terkait fitur tersebut. Ia memberikan saran agar lebih efektif, sebaiknya Grab mensosialisasikan penambahan tiga nomor ponsel pada fitur SOS sebagai syarat wajib bagi pengguna. Sehingga jika sewaktu-waktu ada masalah, fitur tersebut bisa langsung digunakan. (ryh/evn)