Kemungkinan kalau Face ID dapat dikecoh menimbulkan keresahan. Sebab, pengenalan wajah ini digunakan untuk mengunci berbagai akun pengguna, mulai dari aplikasi perbankan, kesehatan, email, pesan teks, hingga foto.
Face ID diklaim lebih aman dari pendahulunya, Touch ID yang memindai sidik jari untuk membuka iPhone. Terdapat kemungkinan satu dibanding sejuta dimana orang bisa membobol Face ID. Pembobolan Face ID lebih sulit ketimbang membobol pemindai sidik jari iPhone, dimana kemungkinannya adalah satu banding 50 ribu. TouchID bisa diretas beberapa hari sejak peluncuran pertamanya di 2013.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wu memberitahukan kepada Reuters, bahwa pegawainya Ant Financial meminta untuk menarik presentasi itu dari Black Hat. Sebab, sistem pembayaran Alipay milik Ant Financial kompatibel dengan teknologi pengenalan wajah termasuk Face ID.
"Untuk memastikan kredibilitas dan kematangan hasil penelitian, kami memutuskan untuk membatalkan pidato itu," jelas Wu kepada Reuters lewat pesan di Twitter.
Juru bicara Apple menolak untuk berkomentar.
Teknologi pengenalan wajah Face ID Apple mengenali wajah dengan memindai kedalaman wajah pengguna (dok. Screenshoot Apple.com) |
Black Hat menarik penjelasan soal presentasi ini dari situsnya akhir Desember lalu setelah Ant mengemukakan masalah terkait penelitian itu.
Dalam penjelasan itu disebutkan bahwa Face ID bisa diretas dengan foto yang dicetak di printer hitam putih dengan tambahan selotip.
Sementara profesor ilmu komputer dari Michigan State University yang memiliki keahlian soal pemindaian wajah menyebut ia terkejut atas klaim Wu. Sebab, Apple berinvestasi besar dalam teknologi anti penipuan untuk teknologi pengenal wajahnya.
Klaim peretasan lain sempat diungkap perusahaan keamanan siber Vietnam, Bkav, pada 2017 lalu. Mereka lantas mengunggahnay ke Youtube. Tapi cara ini belum bisa ditiru oleh peneliti lainnya.
Menarik presentasi dari konferensi Black Hat sangat jarang terjadi. Konferensi yang dihadiri oleh para profesional keamanan siber ini sangat selektif dengan para pembicaranya. Black Hat menyebut bahwa mereka menerima materi presentasi Wu karena ia berhasil meyakinkan tim pengulas konferensi itu.
"Black Hat menerima materi itu setelah percaya peretasan ini bisa direplikasi berdasarkan materi yang diberikan oleh peneliti," sebut juru bicara konferensi itu Kimberly Samra. (eks/eks)
Teknologi pengenalan wajah Face ID Apple mengenali wajah dengan memindai kedalaman wajah pengguna (dok. Screenshoot Apple.com)