Presentasi yang Klaim Bisa Retas Face ID iPhone Dibatalkan

CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 10:32 WIB
Presentasi yang Klaim Bisa Retas Face ID iPhone Dibatalkan Teknologi pengenal wajah Face ID iPhone (dok. Screenshoot Apple.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para peneliti keamanan siber membatalkan konferensi peretasan yang disebut bakal meretas Face ID, sistem pengenalan wajah biometrik iPhone. Pembatalan ini dilakukan atas permintaan pekerjanya yang menyebut konferensi ini salah arah.

Kemungkinan kalau Face ID dapat dikecoh menimbulkan keresahan. Sebab, pengenalan wajah ini digunakan untuk mengunci berbagai akun pengguna, mulai dari aplikasi perbankan, kesehatan, email, pesan teks, hingga foto.

Face ID diklaim lebih aman dari pendahulunya, Touch ID yang memindai sidik jari untuk membuka iPhone. Terdapat kemungkinan satu dibanding sejuta dimana orang bisa membobol Face ID. Pembobolan Face ID lebih sulit ketimbang membobol pemindai sidik jari iPhone, dimana kemungkinannya adalah satu banding 50 ribu. TouchID bisa diretas beberapa hari sejak peluncuran pertamanya di 2013.


Peneliti yang berbasis di China, Wish Wu dijadwalkan untuk melakukan presentasi soal meretas Face ID Apple ini. Presentasi "Memotong Face ID yang Kuat: Siapapun bisa menipu (sensor) Kedalaman, Kamera IR, dan Algoritma" ini rencananya akan dibawakan di konferensi hacking Black Hat di Singapura, Maret mendatang.

Wu memberitahukan kepada Reuters, bahwa pegawainya Ant Financial meminta untuk menarik presentasi itu dari Black Hat. Sebab, sistem pembayaran Alipay milik Ant Financial kompatibel dengan teknologi pengenalan wajah termasuk Face ID.

Sejak Face ID diluncurkan pada 2017, ahli keamanan biometrik menyebut belum ada seorang pun yang merilis secara publik detil dari keberhasilan peretasan Face ID yang bisa ditiru orang lain. Sejak memperkenalkan Face ID untuk iPhone X, teknologi ini juga diterapkan pada iPhone XS, XS Max, dan XR.

Wu lantas setuju untuk tidak membawakan presentasinya itu. Menurutnya, peretasan itu hanya bisa dilakukan untuk iPhone X dengan kondisi tertentu, namun tidak berlaku untuk iPhone XS dan XS Max.

"Untuk memastikan kredibilitas dan kematangan hasil penelitian, kami memutuskan untuk membatalkan pidato itu," jelas Wu kepada Reuters lewat pesan di Twitter.

Juru bicara Apple menolak untuk berkomentar.

Teknologi pengenalan wajah Face ID Apple mengenali wajah dengan memindai kedalaman wajah pengguna (dok. Screenshoot Apple.com)
"Penelitian dari verifikasi FaceID ini belum lengkap dan akan menyesatkan jika dipresentasinya," jelas Ant Financial dalam pernyataannya.

Black Hat menarik penjelasan soal presentasi ini dari situsnya akhir Desember lalu setelah Ant mengemukakan masalah terkait penelitian itu.

Dalam penjelasan itu disebutkan bahwa Face ID bisa diretas dengan foto yang dicetak di printer hitam putih dengan tambahan selotip.

Sementara profesor ilmu komputer dari Michigan State University yang memiliki keahlian soal pemindaian wajah menyebut ia terkejut atas klaim Wu. Sebab, Apple berinvestasi besar dalam teknologi anti penipuan untuk teknologi pengenal wajahnya.

Klaim peretasan lain sempat diungkap perusahaan keamanan siber Vietnam, Bkav, pada 2017 lalu. Mereka lantas mengunggahnay ke Youtube. Tapi cara ini belum bisa ditiru oleh peneliti lainnya.

Teknologi pengenalan wajah Apple menggunakan kombinasi kamera dan sensor khusus untuk menangkap pemindaian tiga dimensi dari wajah pengguna. Sehingga pemindai ini tak bisa ditipu dengan foto. Mereka juga bisa mengenali ketika pengguna sedang tidur atau tak sedang menatap ponsel.

Menarik presentasi dari konferensi Black Hat sangat jarang terjadi. Konferensi yang dihadiri oleh para profesional keamanan siber ini sangat selektif dengan para pembicaranya. Black Hat menyebut bahwa mereka menerima materi presentasi Wu karena ia berhasil meyakinkan tim pengulas konferensi itu.

"Black Hat menerima materi itu setelah percaya peretasan ini bisa direplikasi berdasarkan materi yang diberikan oleh peneliti," sebut juru bicara konferensi itu Kimberly Samra. (eks/eks)