"Saat kompetitor masuk ke Singapura dan Vietnam dan banyaknya promo yang diluncurkan kami melihat kecurangan mengikuti dan terjadi," kata Wui acara peluncuran Grab Defense di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (13/3).
Dalam kesempatan yang sama President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyarankan agar pihak kompetitor meningkatkan sistem keamanan agar bisa menjadi everyday super app yang bisa dipercaya seperti Grab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Grab 'Bangun' Benteng Lawan Order Fiktif |
Wui mengatakan bentuk kecurangan tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di seluruh dunia. Wui mengatakan 1,6 persen pendapatan e-commerce di Asia Tenggara lenyap akibat tindak kecurangan. Sedangkan di Indonesia, angka ini meningkat dua kali lipat ke angka 3,2 persen.
"Fraud tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia Intinya fraud itu mengikuti ke mana uang pergi," ujar Wui.
"Melalui peluncuran Grab Defence, kami ingin berbagi keahlian yang kami miliki dengan para mitra yang mungkin menghadapi masalah yang sama. Kita harus bahu-membahu mengatasi masalah ini demi tercapainya ekosistem teknologi yang lebih kuat dan terpercaya di Asia Tenggara," kata Wui.
Catatan redaksi: Judul artikel ini diubah pada Kamis (!4/3), sebelumnya berjudul "Grab Sebut Kompetitor Buat 'Fraud' Transportasi Online Naik". (jnp/evn)