Komnas Perempuan Imbau Pengguna Paham Aturan Keselamatan Ojol

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 02:16 WIB
Komnas Perempuan Imbau Pengguna Paham Aturan Keselamatan Ojol Ilustrasi ojek online. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Nasional Perempuan mengimbau kepada masyarakat khususnya perempuan yang sering menggunakan transportasi online untuk mengetahui tiap fitur keselamatan yang ada di dalam aplikasi.

"Saya rasa para perempuan pengguna layanan transportasi berbasis online harus cukup mengenali sistem dan fitur yang ada untuk mode keselamatan," kata Ketua Komnas Perempuan Azriana R. Manalu di kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Rabu (24/4).

"Jadi kalau saat ini sudah ada sistem share perjalanan penumpang ya kita lakukan itu. Kita sendiri harus bisa mengantisipasi hal-hal yang bisa terjadi," sambungnya.
Hal itu dimaksudkan karena Komnas Perempuan tidak mentoleransi setiap kekerasan terhadap perempuan khususnya saat menggunakan ojek online. Komnas Perempuan pun menyambut baik langkah Grab sebagai salah satu penyedia transportasi online yang membuat sejumlah fitur keselamatan bagi pengguna.


Menyoal apakah Komnas Perempuan bakal meminta pelanggan perempuan untuk membatasi penggunaan transportasi online terkait keselamatan, Azriana mengatakan pihaknya tak dapat membatasi hal itu karena membatasi ruang gerak masyarakat.

"Kita tidak bisa membatasi hal tersebut karena itu membatasi ruang gerak warga negara. Semua orang bisa menggunakan haknya untuk mobilitas dan seharusnya negara menjamin perlindungan warga negaranya," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, turut hadir President Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata yang memaparkan beberapa fitur keselamatan yang telah dibuat seperti Tombol Darurat (SOS), Share My Ride, Free Call VoIP, dan Penyamaran Nomor Telepon.
Selain itu, Ridzki mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah Customer Service yang bersiaga selama 24 jam guna menanggapi setiap laporan kekerasan atau pelecehan seksual yang masuk khususnya dari para penumpang perempuan.

"Kita punya customer service yang ready 24 jam menangani langsung seperti kasus-kasus emergency contact kalau memang dia menggunakan sistem yang pilot [fitur keselamatan] kita," tuturnya. (din/age)