Google Dilaporkan Lacak Transaksi Belanja Online Lewat Gmail

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 15:33 WIB
Google Dilaporkan Lacak Transaksi Belanja Online Lewat Gmail Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Google dilaporkan melacak pola belanja online penggunannya dengan mengawasi setiap tanda terima e-commerce yang masuk di akun Gmail pengguna.

Riwayat belanja online pengguna Gmail ini tersimpan di laman "Pembelian" (Purchases). Berdasarkan penelusuran CNBC, Google bahkan menyimpan riwayat pembelanjaan pengguna hingga lima tahun lalu. Purchases ini adalah bagian dari menu Google Account pengguna dan bisa diakses di https://myaccount.google.com/purchases.

Riwayat pembelian yang dikumpulkan Google tidak hanya untuk layanan jual beli layanan Google. Tapi juga dari situs lain seperti jual beli online yang dilakukan pengguna di e-commerce lain seperti Amazon, hingga pembelian offline di toko ritel.


Namun, Google menyebut daftar ini dibuat untuk memudahkan pengguna melacak semua pembelian dan biaya langganan mereka dalam satu tempat.

"Anda bisa menghapus informasi ini kapanpun. Kami tidak menggunakan informasi apapun dari pesan Gmail untuk menyajikan iklan," jelas juru bicara Google kepada CNBC

Meskipun Google mencantumkan cara menghapus transaksi dalam tiga langkah, namun hal itu membutuhkan waktu yang cukup lama guna menghapus tiap riwayat pembelian.

Jika pengguna hendak menghapus riwayat pembelian, mereka diharuskan untuk mengklik 'purchase' atau pembelian yang akan memunculkan daftar rinci transaksi pembelian pengguna secara online. Selanjutnya, pengguna dapat mengklik ikon 'i' atau informasi lalu akan muncul kalimat 'dari mana [item] ini berasal?'.

Google akan memberi tahu pengguna jika riwayat pembelian ditemukan pada Gmail pengguna, lalu klik 'got it' atau 'view email'. Pengguna akan dibawa ke akun Gmail-nya dan pengguna dapat langsung menghapus seluruh riwayat pembelian.

Seorang Juru Bicara Google mengatakan kepada jurnalis CNET bahwa halaman 'purchase' atau pembelian dimaksudkan untuk membantu pengguna melihat dan melacak pembelian, pemesanan dan langganan mereka. 

"Kami tidak menggunakan informasi apa pun dari pesan Gmail Anda bahkan untuk menayangkan iklan kepada Anda, termasuk tanda terima dan konfirmasi email yang ditampilkan pada halaman Purchase [pembelian]," kata Google.

Sebelumnya, perusahaan teknologi raksasa itu telah melakukan upaya untuk mendorong pengguna untuk melakukan belanja online. Baru-baru ini, Google juga dikabarkan tengah memperbaiki layanan Shopping mereka yang memungkinkan pengguna berbelanja langsung dari Google sendiri.

Lalu akhir 2019 ini, Google berencana untuk mengintegrasikan layanan Shopping itu ke Youtube seperti membuat tutorial kecantikan. (din/eks)