Taksi "terbang" ini dibuat untuk mempersingkat waktu tempuh bandara hingga ke kota Paris. Sebab, saat ini jarak keduanya memakan waktu satu jam. Maka, melalui transportasi ini pengunjung dapat menghemat waktu kurang dari satu jam.
Ada tiga perusahaan yang terlibat dalam proyek tersebut yaitu Airbus, Aeroports de Paris dan Otoritas Transportasi Paris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Aeroports de Paris harus memilih lokasi pusat taksi "terbang" di Paris pada akhir 2019 dan harus siap dalam waktu 18 bulan. Menurut Direktur Jenderal Eksekutif ADP Group Edward Arkwright, pihaknya membutuhkan investasi infrastruktur sebesar US$11,3 juta untuk menyiapkan lokasi itu.
"Kemitraan ini adalah peluang unik untuk mengembangkan solusi teknologi, produk, kerangka kerja dan model ekonomi," ucap Faury.
Teknologi baterai dan pendeteksi tabrakan pada taksi-taksi terbang ini makin baik, seperti diungkap Kepala Bidang Aeronautika dan Masalah Pertahanan Deloitte Jean-Louis Rassineux. Namun, taksi terbang ini masih harus menyelesaikan sejumlah kendala seperti kompatibilitas dan pengaturan lalu lintas udara.
"Proyek ini tidak hanya mengurangi hambatan infrastruktur tetapi juga mengenai lalu lintas udara karena melibatkan percobaan dalam koridor [udara] tertentu," jelas Rassineux.
Saat ini, taksi terbang ini akan menggunakan kolom udara yang biasa digunakan oleh helikopter seperti diungkap Arkwright yang dilansir Engadget.
[Gambas:Video CNN] (din/eks)