AIBP mencatat baru 8,9 persen perusahaan Indonesian khususnya industri yang telah melakukan transformasi digital dengan menggunakan IoT dan merasakan manfaatnya.
Terkait pemanfaatan IoT, Indonesia masih kalah dibandingkan Thailand dengan angka 10,7 persen perusahaan yang telah merasakan manfaat dari transformasi digital. Namun, Indonesia masih lebih unggul dibandingkan negara tetangga, Malaysia (5,1 persen) Filipina (2,8 persen), dan Vietnam (2,1 persen).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irza mengatakan angka penerapan tersebut konsisten dengan pengamatan AIBP dalam tiga sampai empat tahun terakhir.
Survei AIBP melibatkan 1624 responden yang tersebar di Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Vietnam.
Lihat juga:Transformasi Bisnis Berbasis Data |
Survei tersebut juga menemukan hanya 9 persen perusahan yang belum mengimplementasikan transformasi digital di dalam proses bisnis mereka.
Irza mengatakan angka ini sangat menjanjikan. Irza juga menjelaskan sebanyak 78,5 persen setuju bahwa perusahaan mereka harus terhubung dan menggunakan transformasi digital
"78,5 persen perusahaan setuju mereka harus menggunakan otomatisasi, analisis data yang canggih, dan berbagai tool digital lainnya, di dalam upaya meningkatkan proses dan operasional perusahaan mereka," kata Irza.
[Gambas:Video CNN] (jnp/eks)