Menurut dia, konektivitas hanyalah sebagian kecil dari IoT. Yang terpenting menurutnya adalah ekosistem dari IoT.
"Saya kadang-kadang bingung ini teman-teman bicara soal Lora apa ini segala macam, apalagi teman-teman seluler. Udah lama kita silakan main, geraknya lambat, saya bingung," ujar Ismail di Balai Kartini, Selasa (27/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan tak percaya bahwa bisnis IoT belum bisa merakyat sekarang karena alasan konektivitas yang belum ditata pemerintah. Baginya, itu adalah karena belum terciptanya ekosistem dan bisnis model yang baik.
Pemerintah melalui Kominfo, Kementerian Perindustrian dan Badan Ekonomi Kreatif sendiri telah membuat peta jalan IoT. Kominfo bertugas untuk meregulasi tiga sektor yaitu teknologi, frekuensi dan spesifikasi atau standarisasi perangkat.
"Targetnya tahun ini selesai Insyaallah," ujar Ismail meski dia mengakui masih adanya masalah dalam pengujian frekuensi berlisensi dan yang tidak. Sayangnya, pria berkacamata tersebut enggan merinci masalah lebih detail.
IoT di Indonesia
Menurut Ismail ada beberapa langkah yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat melek IT sebelum mengadopsi IoT di tanah air. Yang pertama menurut dia adalah edukasi akan pentingnya adopsi teknologi ini.
"Sebelum banyak kita bicara soal teknis, yang dibutuhkan sekarang adalah konsultan untuk melakukan edukasi kepada semua sektor industri dengan IoT ini. Ini tahap awal paling penting, bantu para dirut untuk mengganti model bisnis mereka. Setelah mereka sudah mengerti baru kita ngomong konektivitas," papar Ismail dalam sambutannya.
Kominfo sendiri tahun depan akan memberikan kursus singkat mengenai berbagai macam teknologi mulai dari kecerdasan buatan, bitcoin hingga IoT. Targetnya adalah 20 ribu peserta. Program ini bekerjasama dengan berbagai universitas di Indonesia.
"Ketiga, aplikasi. Banyak vendor besar mengharapkan market (pasar) Indonesia. Mau nggak kita jadi tuan rumah di rumah sendiri? Mengubah model bisnisnya dan diimplementasikan dalam bentuk aplikasi berbasis IoT, dari kebutuhan riil masyarakat Indonesia lokal itu sendiri," tutupnya. (kst/eks)