Supremasi 'Star Wars' AS vs Uni Soviet Lewat Misi Apollo 11

CNN Indonesia | Jumat, 19/07/2019 13:40 WIB
Perang Keputusasaan Neil Armstrong, Edwin 'Buzz' Aldrin, dan Michael Collins. (Foto: CNN Indonesia/Endro Priherdityo)

Perang Keputusasaan

Menghadapi rivalnya kian aktif di industri antariksa, Presiden AS kala itu John F Kennedy menumpahkan rasa frustasinya kepada Wakil Presiden Lyndon Johnson dalam sebuah memo.

Memo yang ditulis Kennedy tersebut ditulis tak lama usai kesuksesan Gargarin meluncur ke luar angkasa.

"Apakah kita memiliki peluang untuk mengalahkan Soviet dengan menempatkan laboratorium di ruang angkasa, atau dengan perjalanan mengelilingi bulan, atau dengan roket untuk mendarat di bulan, atau dengan roket untuk pergi ke bulan dan kembali dengan seorang pria," tulis Kennedy.


"Apakah ada ... program luar angkasa yang menjanjikan hasil dramatis di mana kita bisa menang?" lanjutnya.

Enam pekan setelah Gargarin ke luar angkasa, Kennedy berpidato di hadapan kongres pada 1961. Di hadapan kongres, Kennedy mengakui jika Soviet berhasil mengalahkan AS di ranah balapan luar angkasa.

Kennedy bahkan mengungkan kemungkinan untuk absen menyampaikan pidato apabila Alan Sheppard tidak menyelesaikan penerbangan suborbital di Merkurius. Keberhasilan Sheppard kemudian menjadi pijakan bagi presiden untuk misi jelajah Bulan.

"Kami putuskan untuk pergi ke bulan," kata Kennedy pada 1962 dihadapan massa di Rice Stadium, Texas.

Sayangnya Kennedy tidak sempat melihat impiannya terwujud. Sebelum manusia berhasil menjejakkan kakinya di Bulan, Kennedy tutup usia pada 22 November 1963 setelah menjadi sasaran tembak.

Padahal enam tahun setelah ia meninggal dunia, AS mewujudkan ambisi menyentuh Bulan. Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengirim Neil Armstrong, Edwin Aldrin, dan Michael Collins pada 16 Juli 1969 untuk mewujudkan impian Kennedy menginjakkan kaki ke Bulan.

Adu supremasi teknologi pasca Perang Dunia II

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3