XL: Kompetisi Makin Ramai, Opsel Harus Inovatif

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 06/09/2019 05:00 WIB
XL: Kompetisi Makin Ramai, Opsel Harus Inovatif Presdir dan CEO XL Axiata Dian Siswarini. (CNN Indonesia/Agnes Savithri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri telekomunikasi yang sempat 'redup' pasca registrasi kartu pra bayar perlahan bangkit dan mulai bangkit mencari pundi-pundi cuan baru. Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini mengungkap saat ini kompetisi dalam industri akan lebih ramai, sehingga 'memaksa' semua operator seluler harus inovatif.

"Kompetisi akan lebih ramai. Sehingga memaksa semuanya (opsel) untuk lebih inovatif dalam memunculkan inovasi yang 'kena' di hati masyarakat," ujarnya, Kamis (5/9).

Masing-masing operator seluler bak memiliki jurus jitu masing-masing. Telkomsel yang semakin memperkuat Link Aja, bisnis Internet of Things hingga harga data yang kompetitif. Sementara, Indosat mulai melakukan perbaikan kinerja.


Tri mulai ekspansi ke luar Jawa dengan strategi low price. Sedangkan, Smartfren dengan jalur distribusi yang kuat dan jurus 'disruptive unlimited proposition'.
Melihat para kompetitor tersebut, Dian memaparkan 'jurus jitu' perseroan merupakan perkuat infrastruktur.

"Luar Jawa harus semakin kuat. Kami pun mulai fiberisasi yang akan meningkatkan pengalaman pengguna," tambahnya.

Dari sisi komersial, Dian melihat langkah dual brand yang mereka jalankan dinilai berhasil dan akan terus dijalankan.

"Harus punya senjata counter attact opsel lain," paparnya.

XL Axiata menargetkan 80 persen dari wilayah layanan akan terpapar 4G. Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya menjelaskan perseroan telah membangun infrastruktur hingga 90 persen yakni mencakup sekitar 19 ribu BTS,
"Dengan tambahan tersebut, BTS kira-kira berjumlah 135 ribu dengan 95 persen populasi coverage. Fiberisasi juga penting agar bandwidth yang dibawa dari BTS bisa semakin besar," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

XL telah melakukan fiberisasi hingga 30 persen hingga akhir semester I/2019. Perseroan menargetkan menambah hingga 50 persen hingga akhir 2019 dan mencapai 70 persen pada 2020.

"Direct impact yakni experience akan lebih baik. Penggunaan data jauh lebih lancar." tambah Yessie.

Fiberisasi akan mampu meningkatkan kapasitas jaringan transport hingga lebih dari 5x lipat dibandingkan transport bukan fiber. Berdasarkan tren kenaikan trafik data XL Axiata dalam dua tahun terakhir, kenaikan di Jawa sudah lebih dari 5x lipat dan di wilayah luar Jawa rata-rata 3x lipat.

Sehingga, Yessie mengungkap peningkatan kapasitas melalui fiberisasi menjadi kebutuhan yang urgen guna menjaga kenyamanan pelanggan dalam mengakses layanan data dan internet.

Selain itu, untuk memperkuat infrastruktur di luar Jawa, XL Axiata juga memanfaatkan program Universal Service Obligation (USO). XL Axiata telah memenangkan tender pembangunan jaringan USO di 250 titik yang berada di 51 kabupaten, sebagian besar di antaranya ada di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Realisasi pembangunan akan dilaksanakan di tahun ini hingga tahun depan, berupa jaringan 4G. XL Axiata juga akan memanfaatkan keberadaan backbone fiber optik Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur untuk perluasan jaringan ke luar Jawa. (age/age)