Titik Api Karhutla Menurun, BPPT Terus Gencarkan Hujan Buatan

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 01/10/2019 12:29 WIB
Titik Api Karhutla Menurun, BPPT Terus Gencarkan Hujan Buatan Ilustrasi Karhutla. (AP Photo/Fauzy Chaniago)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus menggencarkan hujan buatan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hujan buatan dilakukan melalui optimalisasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) oleh BPPT.

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) mengatakan operasi TMC terus dilakukan untuk menangani Karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

"Kami terus pantau akuntabilitas keberhasilan operasi TMC dari beberapa Posko TMC BBTMC ," kata Kepala BBTMC Tri Handoko Seto dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (1/10).


Ia menjelaskan ada beberapa aspek acuan BBTMC dalam melihat perkembangan kualitas udara serta intensitas curah hujan yang terjadi.
"Melalui data stasiun meteorologi untuk kondisi cuaca dan visibility per jam dari seluruh stasiun tiap wilayah. Data hotspot juga, selain data curah hujan dan volume air selama operasi TMC berlangsung tentunya," kata Seto.

Kepala BPPT Hammam Riza menjelaskan bahwa penyemaian kapur tohor aktif atau Kalsium Oksida (CaO) dan Garam atau Natrium Klorida (NaCl) dalam operasi TMC telah dilakukan secara optimal untuk bisa mengatasi bencana Karhutla ini.

"Kami telah melakukan penyemaian kapur tohor untuk mengurai partikel dan gas pada kabut asap, lalu menyemai garam ke potensi awan hujan hingga menghasilkan hujan buatan, itu kami lakukan terus menerus dan alhamdulillah berhasil," kata Hammam.

Hammam mengatakan hasil TMC juga berdampak pada mulai turunnya jumlah titik api atau hotspot serta membaiknya jarak pandang di wilayah terdampak Karhutla.

"Jumlah titik hotspot pun mulai berkurang ya dan bagusnya sekarang jarak pandang sudah mulai kembali normal, artinya masyarakat sudah mulai bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa," jelas Hammam.

Lebih lanjut Hammam menekankan dalam mengatasi Karhutla, BPPT melakukan sinergi dengan lembaga terkait seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, dan unsur terkait lainnya

"Kami akan terus memantau wilayah-wilayah tersebut untuk mengantisipasi agar hotspot tidak bertambah, dan kami akan tetap bersinergi dengan BMKG dan BNPB," pungkasnya. (jnp/age)