Bambang Sebut Indonesia Jangan Bangga Hanya Merakit Produk

CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 14:37 WIB
Bambang Sebut Indonesia Jangan Bangga Hanya Merakit Produk Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menilai, jika ingin menjadi negara industri, Indonesia harus mampu menciptakan inovasi teknologi, tidak cukup hanya membangun pabrik perakitan produk.

Menurut dia, merakit dan menciptakan barang bernilai tambah adalah dua hal yang berbeda dari sisi riset teknologi.

"Menjadi negara industri itu tidak cukup hanya dengan membuat pabrik. Assembling mobil atau pesawat, itu hal yang biasa, yang susah itu adalah bikin mobil dan pesawat. Bikin dan assembling itu dua hal yang berbeda," kata Bambang di acara Indonesia Digital Conference di Jakarta Pusat, Kamis (28/11).


Bambang mengatakan Indonesia bisa mendapatkan nilai tambah apabila berhasil mengembangkan produk lewat
penelitian dan pengembangan (research and development R&D). Dengan demikian, Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045.


"Nilai tambah tertinggi adalah kalau Anda yang melakukan product development, sampai kemudian produknya itu bisa dipasarkan dan diproduksi secara massal," ujar Bambang.

Ia mengatakan Kemenristek dan BRIN memiliki fokus untuk mendorong industri untuk rutin menciptakan inovasi produk baru. Indonesia, kata Bambang, harus bisa beradaptasi dengan revolusi industri 4.0.

"Kita ingin mendorong inovasi yang nantinya bisa menciptakan keunggulan buat perekonomian, mengubah ekonomi Indonesia dari hanya sekadar mengandalkan sumber daya alam menjadi yang basisnya industri," kata Bambang.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang juga menceritakan uji coba proyek LRT Jabodebek dari Stasiun Harjamukti ke Ciracas, hingga kembali ke Stasiun Harjamukti.


Usai mencoba kereta LRT, Bambang mengaku puas dengan kemulusan LRT ketika melaju. Menurutnya, kereta yang dibangun oleh PT INKA, dan didampingi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi jalannya sangat mulus dan tidak bising.

Terpisah, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan pihaknya melakukan pendampingan teknologi epada PT INKA sejak awal pembangunan LRT.

"Mulai dari desain kereta LRT, uji beban, uji persinyalan, hingga ke uji bangunan stasiun LRT, BPPT terus mendukung PT INKA," jelas Hammam.

[Gambas:Video CNN]

BPPT disebut Hammam juga melakukan audit teknologi agar sesuai dengan standar internasional. Sejak 2018 lalu, BPPT telah melakukan pengujian terhadap carbody LRT Jabodebek di fasilitas PT INKA Madiun.

Hammam mengatakan BPPT sangat memerhatikan aspek RAMS atau Reliability, Availability, Maintainability and Safety.

Ke depan, Hammam mengatakan BPPT akan terus mengembangkan teknologi grade of automation (GoA) dan System Interlocking (SIL) agar semakin meningkat peringkatnya.

"Grade of automation kereta LRT ini sudah standar dunia. Iot dan AI, dapat dimanfaatkan agar kereta ini level otomasinya semakin tinggi. Saat ini GoA di level 3 dan SIL nya level 4," kata Hammam. (jnp/lav)