Surabaya Banjir, Warganet Salahkan Anies

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 21:39 WIB
Surabaya Banjir, Warganet Salahkan Anies Banjir merendam sejumlah wilayah dan jalan protokol di Kota Surabaya. Namun, warganet tetap menyalahkan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, atas bencana tersebut. (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir merendam sejumlah wilayah dan jalan protokol di Kota Surabaya pada Rabu (15/1). Namun, warganet tetap menyalahkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, atas bencana tersebut.

"Dih Anies kerja nya ngapain dah, Surabaya ampe banjir gini," tulis pengguna akun Twitter @FahrurRsy saat membalas kicauan berita dari CNNIndonesia.com.




Pengguna akun @SitiAndr juga melontarkan hal serupa. Ia mengaku mengetahui mengenai banjir ini saat menghubungi temannya yang sedang berada di Surabaya.

"Baru tadi nelfon temen kerja di Surabaya, nanya kenapa ga pulang, terus dijawab lagi hujan, gataunya selebat ini. Surabaya Banjir salah Pa Anies nih," kicaunya.


Sementara itu, pemilik akun @masboyor meluapkan emosinya dengan menyalahkan Anies melalui kicauan menggunakan huruf kapital.

"YANG BENER PAK ANIES KALO KERJA. MASA SURABAYA BISA BANJIR BGNI?" tulisnya.



Tak hanya meluapkan emosi, sejumlah warganet memanjatkan doa agar banjir cepat surut. Ada pula yang berharap agar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tak diminta mundur akibat banjir.

"Innalillahi, Surabaya banjir. Semoga gubernur nya ga diminta mundur. Cukup pendemo gubernur DKI aja yang Pe'ak," kicau pengguna akun Twitter @olstore_unik.



Banjir mulai menggenangi sebagian wilayah di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, pada Rabu (15/1). Pusat titik genangan banjir terpantau terletak di wilayah kompleks pertokoan atau Ruko Darmo Park II.

Salah satu warga sekitar, Tamsir (43), mengaku hujan mulai turun sekitar pukul 16.00 WIB hingga pukul sekitar pukul 18.00 WIB. 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya, Eddy Christyanto, mengatakan bahwa banjir di wilayah itu disebabkan tumpukan sampah yang menyumbat saluran pembuangan air.

"Di pintu (pembuangan) air, luar biasa sampahnya, sampah botol, kayu, plastik banyak sekali. Itu salah satu penyebabnya. Kayunya besar-besar," kata Eddy, ditemui di lokasi. (has)