Grab Permudah Peluang Pekerjaan untuk 'Single Mother'

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 20/03/2020 11:01 WIB
Grab Indonesia bekerja sama dengan tiga lembaga untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang baik bagi penumpang dan mitra perempuan. Ilustrasi orangtua tunggal. (VaniaRaposo/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab Indonesia terus berkomitmen untuk mendorong lebih banyak angkatan kerja perempuan di Indonesia agar lebih mandiri dan maju. Hal tersebut diwujudkan dengan meningkatkan peluang pekerjaan kepada perempuan, terlebih yang menyandang status ibu tunggal (single mother).

"Termasuk menciptakan lebih banyak kesempatan ekonomi bagi perempuan, menyediakan layanan yang inklusif untuk membangun hidup keseharian yang lebih aman bagi semua orang, dan menjalin kemitraan strategis untuk dapat membuat perubahan," ujar Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi dikutip dari situs resmi Grab Indonesia, Selasa (17/3).

Untuk mewujudkan komitmennya, Grab tak sendirian. Perusahaan ride-hailing tersebut juga menjalin kemitraan strategis dengan tiga lembaga tepercaya, yakni Komnas Perempuan untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang baik bagi penumpang dan mitra perempuan; Forum Pengada Layanan untuk pemulihan dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan penyintas kekerasan. Kemudian, Pundi Perempuan untuk mengajak pelanggan memberikan donasi bagi lembaga pengada layanan bagi korban kekerasan.


Neneng melanjutkan, tak hanya membuat perempuan lebih mandiri, layanan transportasi Grab juga didukung dengan standar keamanan yang unggul, yakni 1,2 kali lebih aman dibandingkan dengan standar kualitas layanan taksi di Singapura yang dibilang sangat tinggi, sehingga perempuan tetap bisa tenang dalam menjalani pekerjaannya kapan pun dan di mana pun.

"Kami juga telah menghadirkan rangkaian teknologi keamanan termasuk Tombol Darurat, Verifikasi Wajah Penumpang, Panggilan Gratis dan juga Kamera GrabSiaga. Kami ingin terus mendukung mereka semua untuk dapat mengejar tujuan pribadi dalam hidup, tanpa rasa takut," ujarnya.

Salah satu contoh nyata perempuan yang berhasil berdikari dengan memanfaatkan layanan Grab adalah Kristina. Ibu tunggal asal Medan itu menunjukkan bahwa perempuan juga bisa mandiri. "Sejak memanfaatkan teknologi GrabKios, saya bisa menjadi lebih hemat dan bebas mengatur kebutuhan toko setiap kali belanja. Semua bisa dikontrol lewat telepon genggam," ujarnya.

Lain ladang, lain belalang. Dewi, ibu tunggal asal Surabaya mengaku meski kehilangan pekerjaan sebagai tim administrasi, ia tetap tak putus asa. Bermodalkan motor ber-STNK, SIM, KK, dan SKCK, Dewi menjadi mitra pengemudi GrabBike sejak 2 tahun lalu.

"Dari awal berencana kalau ada sisa uang penghasilan nge-Grab bakal dijadikan modal usaha. Saya senang sekali di usia 31 tahun ini saya dipertemukan dengan Grab. Saya bisa mencari nafkah untuk anak dan keluarga saya. Pilihan yang tepat untuk saya yang seorang single parent," ujarnya. (fef)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK