"Termasuk menciptakan lebih banyak kesempatan ekonomi bagi perempuan, menyediakan layanan yang inklusif untuk membangun hidup keseharian yang lebih aman bagi semua orang, dan menjalin kemitraan strategis untuk dapat membuat perubahan," ujar Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi dikutip dari situs resmi Grab Indonesia, Selasa (17/3).
Untuk mewujudkan komitmennya, Grab tak sendirian. Perusahaan ride-hailing tersebut juga menjalin kemitraan strategis dengan tiga lembaga tepercaya, yakni Komnas Perempuan untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang baik bagi penumpang dan mitra perempuan; Forum Pengada Layanan untuk pemulihan dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan penyintas kekerasan. Kemudian, Pundi Perempuan untuk mengajak pelanggan memberikan donasi bagi lembaga pengada layanan bagi korban kekerasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga telah menghadirkan rangkaian teknologi keamanan termasuk Tombol Darurat, Verifikasi Wajah Penumpang, Panggilan Gratis dan juga Kamera GrabSiaga. Kami ingin terus mendukung mereka semua untuk dapat mengejar tujuan pribadi dalam hidup, tanpa rasa takut," ujarnya.
Lain ladang, lain belalang. Dewi, ibu tunggal asal Surabaya mengaku meski kehilangan pekerjaan sebagai tim administrasi, ia tetap tak putus asa. Bermodalkan motor ber-STNK, SIM, KK, dan SKCK, Dewi menjadi mitra pengemudi GrabBike sejak 2 tahun lalu.
"Dari awal berencana kalau ada sisa uang penghasilan nge-Grab bakal dijadikan modal usaha. Saya senang sekali di usia 31 tahun ini saya dipertemukan dengan Grab. Saya bisa mencari nafkah untuk anak dan keluarga saya. Pilihan yang tepat untuk saya yang seorang single parent," ujarnya. (fef)