Cara Cek Arah Kiblat Kala Matahari di Atas Ka'bah Hari Ini

CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 09:26 WIB
Muslim worshippers perform prayers around the Kaaba, Islam's holiest shrine, at the Grand Mosque in Saudi Arabia's holy city of Mecca on August 15, 2018, prior to the start of the annual Hajj pilgrimage in the holy city.
The hajj, expected to draw more than two million pilgrims to Mecca this year, represents a key rite of passage for Muslims and a massive logistical challenge for Saudi authorities, with colossal crowds cramming into relatively small holy sites. / AFP PHOTO / Bandar Al-DANDANI Ilustrasi Ka'bah. (AFP PHOTO / Bandar Al-DANDANI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Matahari akan berada tepat di atas Ka'bah pada tanggal 15 Juli 2020. Sub Bidang Gravitasi dan Tanda Waktu BMKG mengatakan umat Islam dapat melakukan kalibrasi arah kiblatnya pada saat momentum tersebut.

"Pada waktu-waktu tersebut, umat Islam dapat melakukan kalibrasi arah kiblatnya," kutip BMKG dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).

BMKG membeberkan proses kalibrasi arah kiblat bisa dilakukan umat Islam dengan sejumlah cara. Pertama, sesuaikan jam yang akan digunakan untuk kalibrasi arah kiblat itu dengan jam atom BMKG yang tersedia di situs BMKG.


Kedua, gunakan alat yang dapat dijadikan tegak lurus pada tanah yang datar untuk kalibrasi arah kiblat ini. Alat ini bisa berupa bandul yang digantung atau tiang pancang atau dinding bangunan yang benar-benar tegak lurus terhadap tanah yang datar.

Ketiga, BMKG menyebut lakukan proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum waktu yang ditentukan di atas hingga 5 menit sesudahnya, dengan puncak kalibrasi pada waktu-waktu di atas.

Keempat, perhatikan arah bayangan yang terjadi pada alat yang digunakan untuk kalibrasi arah kiblat. Terakhir, tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat.

"Garis yang ditarik itulah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat berada di atas Ka'bah," kata BMKG.

Di sisi lain, BMKG menyampaikan waktu kalibrasi arah kiblat akan terjadi pada saat Matahari sudah terbenam di wilayah Indonesia Timur dan sebagian Indonesia Tengah. Oleh karena itu, BMKG berkata bagi umat Islam yang berada di kedua wilayah itu perlu dilakukan kalibrasi arah kiblat di selain kedua waktu tersebut.

"Hal ini dapat dilakukan saat Matahari tepat berada di atas wilayah yang merupakan antipodal Ka'bah, yaitu di 21 derajat 25' 21" LS dan 140 derajat 10' 26" Bujur Barat," kata BMKG.

Ada dua waktu kalibrasi arah kiblat yang bisa dimanfaatkan umat Islam di wilayah Indonesia Timur dan sebagian Indonesia Tengah, yakni saat 14 Januari dan 28 November 2020. Saat itu, matahari akan tepat berada di atas antipodal Ka'bah.

Pada 14 Januari, BMKG menyebut Matahari berada di atas Ka'bah pada pukul 00.29 Waktu Arab Saudi atau pukul 04.29 WIB atau pukul 05.29 WITA atau pukul 06.29 WIT dengan toleransinya adalah pada tanggal 13-15 Januari.

Sedangkan pada 28 November pukul 00.09 Waktu Arab Saudi atau pukul 04.09 WIB atau pukul 05.09 WITA atau pukul 06.09 WIT. Waktu toleransinya adalah pada tanggal 27 November-29 November.

BMKG menyebut proses kalibrasi yang dilakukan tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan pada 27 Mei atau 15 Juli 2020. BMKG berkata perbedaan hanya terletak pada penarikan garis menjadi menarik garis dari posisi alat ke ujung bayangan.

"Garis tersebut adalah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat berada di atas antipodal Ka'bah," kata BMKG.

Lebih dari itu, BMKG mengimbau masyarakat tidak melihat Matahari secara langsung tanpa menggunakan penapis cahaya karena sangat berbahaya bagi mata.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]