Ahli Dukung Anies Larang Isolasi Mandiri di Rumah

CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 11:16 WIB
Epidemiolog menilai kebijakan Anies soal isolasi terpusat positif Covid-19 untuk mengurangi beban rumah sakit dan mencegah klaster keluarga. Ilustrasi Anies Baswedan terapkan PSBB lebih ketat di Jakarta terkait Covid-19. (Courtesy of Pemprov DKI Jakarta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menilai isolasi terpusat terhadap pasien Covid-19 tanpa gejala merupakan kebijakan yang tepat. Dia mengatakan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal isolasi terpusat untuk mengurangi beban rumah sakit dan mencegah klaster keluarga ketika isolasi mandiri di rumah.

"Ini penting untuk mencegah beban di RS dan juga untuk mencegah timbulnya kluster keluarga," ujar Dicky kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/9).

Dicky menuturkan China dan Korea Selatan telah lebih awal menerapkan isolasi terpusat terhadap pasien Covid-19 tanpa gejala. Kedua negara itu juga menyediakan lokasi khusus untuk karantina rumah sakit yang ditujukan untuk pasien dengan gejala ringan dan sedang.


Lokasi yang dijadikan tempat isolasi terpusat, antara lain wisma, hotel, gedung pendidikan, gedung pelatihan. Seluruh lokasi itu juga dilengkapi dengan fasilitas layanan kesehatan dasar.

Di kawasan ASEAN, Dicky menyebut Vietnam bisa menjadi rujukan, negara itu sukses mengendalikan mobilitas, serta kondisi kesehatan orang tanpa gejala dan bergejala ringan setelah meniru China dan Korea Selatan.

"Sehingga, selain tidak menularkan juga mencegah penambahan banyak kasus baru," ujarnya.

Untuk Indonesia, dia kembali menegaskan isolasi terpusat sangat penting diterapkan. Sebab, dia melihat kesadaran penduduk Indonesia terhadap bahaya Covid-19 masih rendah.

Selain itu, isolasi terpusat diperlukan mengingat perumahan di Indonesia yang padat, serta beragamnya kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Lebih dari itu, Dicky membeberkan data menunjukkan pasien Covid-19 tanpa gejala di DKI Jakarta sudah mencapai 55 persen. Sedangkan, wilayah penyangga DKI tidak jelas karena minimnya data.

"Padahal terjadinya banyak kluster rumah tangga di Jabodetabek secara studi epidemiologi menunjukkan keterkaitan kuat antara banyaknya OTG yang tidak terdeteksi dan juga isolasi karantina mandiri," ujar Dicky.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya resmi menerapkan isolasi terpusat terhadap pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG). Anies berkata OTG akan ditempatkan di tower 4 dan 5 Wisma Atlet Kemayoran. Setiap tower memiliki 2.500 kamar.

"Jadi ke depan seperti permintaan kita kemarin bahwa orang-orang yang terpapar tanpa gejala atau gejala ringan akan diisolasi secara terpusat terkendali. Tidak lagi isolasi mandiri di rumah," ujar Anies di kompleks Balai Kota DKI, Sabtu (12/9).

Anies juga menegaskan petugas kesehatan dengan aparat penegak hukum akan menjemput warga yang positif Covid-19, namun menolak untuk isolasi terpusat di tempat yang telah ditentukan.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]