Tips Teknologi

Cara Amankan Ponsel Android Hingga iOS dari Peretasan

CNN Indonesia | Rabu, 14/10/2020 06:57 WIB
Peretasan ponsel andorid hingga iOS dapat membahayakan kredensial identitas dan privasi tanpa Anda sadari. Ilustrasi peretasan ponsel. (Istockphoto/ Gangis_Khan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peretasan ponsel dapat membahayakan kredensial identitas dan privasi tanpa Anda sadari. Pelaku akan terus meningkatkan metode peretasan, yang dapat membuat mereka semakin sulit dikenali.

Peretasan ponsel melibatkan metode apapun di mana seseorang memaksa akses ke ponsel Anda. Peretasan dapat terjadi pada semua jenis ponsel, entah Android maupun iOS.

Pertama-tama, mari kita bahas bagaimana mengetahui jika seseorang meretas ponsel Anda seperti dihimpun Kaspersky:


1. Daya ponsel cepat habis

Perangkat lunak berbahaya dan aplikasi penipuan terkadang menggunakan kode berbahaya yang cenderung menghabiskan banyak daya baterai.

2. Ponsel bekerja sangat lambat

Ponsel yang telah dibobol dapat menyebabkan sistem kerja ponsel menjadi lambat, mulai dari crash dan restart yang tiba-tiba.

3. Ada aktivitas aneh di akun aplikasi seperti media sosial

Saat peretas masuk ke ponsel Anda, mereka akan mencoba mengakses akun online. Periksa media sosial dan email Anda untuk mengatur ulang kata sandi, lokasi atau verifikasi akun.

4. Ada panggilan atau SMS aneh

Peretas mungkin menyuntikkan metode trojan SMS di ponsel Anda atau mereka dapat meniru identitas Anda untuk mencuri info pribadi dari orang di sekitar Anda.

Lalu, bagaimana cara menghindari peretasan ponsel? Berikut cara yang dilansir dari Online Tech Tips:

1. Jangan gunakan sideload aplikasi

Sideload adalah proses yang memungkinkan Anda menginstal aplikasi di perangkat mobile tanpa melalui toko aplikasi resmi.

Sideload (atau Sideloading) adalah istilah yang merujuk untuk mentransfer file antara dua perangkat lokal tanpa menggunakan internet. Karena internet tidak terlibat, mentransfer file melalui pemuatan sisi biasanya memerlukan penggunaan Wi-Fi, Bluetooth, atau kartu memori fisik.

2. Gunakan kunci keamanan yang kuat

Online Tech Tips merekomendasikan untuk menggunakan setidaknya kode enam digit, namun bukan berarti kode empat digit tidak cukup kuat.

Mungkin Anda tergoda untuk menggunakan kunci biometrik seperti sidik jari atau pengenalan wajah, namun pikirkan baik-baik karena pengenalan wajah masih bisa dibodohi dalam banyak kasus.

Belum lagi seseorang dapat membuka kunci ponsel Anda dengan memaksa mengarahkannya ke wajah Anda atau meletakkan jari Anda pada pemindai.

3. Gunakan Biometrik Killswitch

Jika Anda tetap memaksakan diri untuk memakai kunci pengaman biometrik, pada perangkat iOS ada yang dikenal sebagai biometrik killswitch.

Killswitch adalah teknologi autentikasi yang dapat mengidentifikai dan secara proaktif mencegah serangan brute force pada sebuah login akun, proses reset password, verifikasi transaksi dan request autentikasi lainnya, data aksi yang terjadi dapat dikumpulkan sehingga dapat digunakan untuk mencegah upaya pembobolan akun web atau mobile secara real time.

Di Android Pie dan yang sistem pembaruan yang baru, buka setelan ponsel dan cari sesuatu yang disebut 'Lock Screen Settings' (Pengaturan Setelan Layar Kunci) atau 'Secure Lock Screen Settings' (Setelan Layar Kunci Aman).

Kata-kata opsi yang berbeda mungkin berbeda tergantung pada merek ponsel Anda, namun tetap harus ada pengaturan yang disebut 'Show Lockdown Options'.

4. Hindari penggunaan WiFi publik

Saat Anda menggunakan jaringan WiFi publik dengan pengguna lain yang tidak Anda kenal, perangkat Anda dapat saling melihat lalu lintas jaringan.

Artinya, setiap data yang tidak terenkripsi yang dikirim oleh ponsel Anda dapat dibaca oleh pengguna lain dengan kata sandi WiFi.

5. Gunakan VPN

Jika Anda harus menggunakan jaringan WiFi publik, Anda harus menggunakan VPN untuk mengenkripsi semua data yang melewati koneksi jaringan Anda.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]