Ramai Privasi Baru, Netizen Ajak Pindah Whatsapp ke Telegram

CNN Indonesia | Jumat, 08/01/2021 14:53 WIB
Netizen berkicau untuk ramai-ramai ganti aplikasi WhatsApp ke Telegram. Ilustrasi aplikasi Telegram. (AFP PHOTO / CHRISTOPHE ARCHAMBAULT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aplikasi layanan pengiriman pesan instan Telegram menjadi topik populer di Twitter. Hingga pukul 14.30 WIB, Jumat (8/1) sudah ada 32 ribu percakapan soal aplikasi besutan Pavel Durov itu. Kebanyakan netizen berkicau untuk ramai-ramai ganti aplikasi WhatsApp ke Telegram.

Beberapa netizen menyindir aplikasi pesan WhatsApp yang makin mempersulit penggunanya, seperti akan menarik bayaran, tidak aman hingga kapasitas pengiriman file foto atau video yang makin kecil. Sementara Telegram kebalikannya.

Banyak netizen yang membuat list panjang soal perbandingan WhatsApp dan Telegram.


Beberapa netizen bahkan terang-terangan sudah menghapus aplikasi WhatsApp di smartphone mereka. Mereka juga mengkritik kebijakan WhatsApp yang mengharuskan pengguna berbagi data dengan Facebook.

Tak hanya itu, beberapa netizen juga curhat lebih enak chat di Telegram ketimbang WhastApp. Selain itu netizen juga menuliskan beberapa harapan agar Telegram segera merilis fitur story seperti WhatsApp.

Baru-baru ini kebijakan WhatsApp menjadi sorotan publik. Pasalnya pengguna yang tidak menyetujui pembaruan aturan kebijakan privasi baru Whatsapp tak lagi bisa menggunakan layanan itu mulai 8 Februari 2021.

Pengguna yang tak bisa mengakses kemudian bisa memilih untuk menghapus akun. Namun sekalipun akun dihapus, Whatsapp tetap akan menyimpan sejumlah data pengguna.

Data yang disimpan adalah informasi terkait grup yang pengguna buat, atau informasi lain yang dimiliki pengguna, seperti salinan pesan yang telah pengguna kirim kepada mereka.

Pemilik Whatsapp yang kemudian memilih untuk menghapus akun secara maksimal perlu mempelajari informasi lebih lanjut dengan memeriksa 'Cara menghapus akun Anda'.

Penyampaian perubahan kebijakan ini akan muncul dalam bentuk notifikasi pop-up akan muncul di aplikasi pengguna.

Aturan ini terkait dengan pembaruan syarat layanan dan kebijakan privasi bagi pengguna Whatsapp. Dalam aturan baru ini tercantum sejumlah poin perubahan, salah satunya membagi data pengguna Whatsapp dengan Facebook.

Pembaruan tersebut meliputi bagaimana pihak WhatsApp memproses data pengguna, bagaimana bisnis dapat mengakses layanan di Facebook untuk menyimpan dan mengelola obrolan WhatsApp, dan bagaimana WhatsApp akan segera bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi yang lebih dalam di semua produk perusahaan.

Jika ingin terus menggunakan layanan, pengguna dipaksa untuk menyetujui notifikasi yang muncul dalam aplikasi Whatsapp. Sebab, jika opsi itu tak dipilih, pengguna tak bisa mengakses pesan di aplikasi Whatsapp.

Setelah menyatakan setuju, aturan berbagi data dengan Facebook baru akan diberlakukan pada 8 Februari 2021.



(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK