Ahli ITB Ingatkan Bahaya Susulan Longsor Sumedang

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 13:02 WIB
Ahli peringatkan potensi bahaya susulan di sekitar daerah kejadian longsor di Sumedang. Ahli ingatkan potenso bahaya longsor susulan di Sumedang (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Bandung, CNN Indonesia --

Ahli mengingatkan akan bahayanya longsor susulan di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Hal ini disampaikan oleh Imam Achmad Sadisun, ahli di bidang longsoran tanah dan geologi teknik Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kesimpulan tersebut ia sampaikan setelah tim dari KK Geologi Terapan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB telah meninjau lokasi terjadinya longsor pada Selasa (12/1).


Tim tersebut menurut Imam, menemukan rekahan lain dengan jarak 7 meter dari lokasi kejadian di bagian atas lereng dekat ke jalan. Dari rekahan yang ditemukan perlu menjadi kewaspadaan akan bahaya longsoran susulan.

"Kita melihat longsoran susulan ini belum berhenti. Tim ITB ke sana retakan itu ternyata masih ada sampai ke jalan di perumahan yang ada di atas dan paling jauh jaraknya 7 meter, nah ini suatu saat bisa jadi meluncur lagi (longsor)," kata Imam dalam siaran pers, Kamis (14/1).

Ia mengatakan, longsor yang terjadi di Cimanggung tidak hanya sekali terjadi. Setidaknya ada empat kali kejadian longsoran menurut banyak saksi mata di lokasi tersebut.

"Dari berbagai dokumentasi foto dan video, dapat diamati dengan jelas bahwa longsoran susulan cenderung berkembang menuju arah gawir (dinding terjal) utama atau mahkotanya," katanya.

Menurut Imam, jika melihat peta geologi di daerah tersebut, lokasi tempat terjadinya longsor itu masuk zona merah dan kuning. Artinya memiliki potensi longsor yang tinggi dan sangat tinggi.

"Sehingga untuk perumahan dan permukiman peruntukannya sangat terbatas," ucapnya.

Ia pun menyarankan agar pihak terkait selalu memperhatikan UU Penataan Ruang dan Lahan di kawasan yang berpotensi longsor.

Lebih jauh Imam menjelaskan, longsoran yang terjadi bukanlah jenis longsoran biasa, melainkan bisa dikatakan sebagai longsoran kompleks. Kejadian di Sumedang ini menurutnya terjadi karena proses gelinciran (sliding) pada bagian atas hingga proses aliran (flowing) di bagian tengah dan bawah sistem longsoran.

"Kejadian longsoran yang diikuti oleh proses aliran lumpur atau bahkan aliran bahan rombakan umumnya menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan," tuturnya.

Berdasarkan pengamatan dan analisis Imam, area longsoran Cimanggung ini berawal dari bagian tengah sistem lereng yang ada. Tempat inilah awal terganggunya kesetimbangan atau kestabilan lerengnya ditambah dengan terjadinya hujan lebat.

Selain itu di area tersebut lahannya sudah banyak dibuka untuk area perumahan, baik pada bagian atas lereng, tengah hingga pada bagian bawahnya.

"Kenaikan tekanan pori dan berat isi material pembentuk lereng oleh infiltrasi air hujan, telah memberikan kontribusi yang sangat berarti pada proses terbentuknya longsoran ini," ungkapnya.

Terkait akan bahaya longsoran susulan, Imam mengusulkan agar pemerintah segera melakukan upaya penanganan. Hal itu bisa dilakukan dengan cara penataan dari atas tebing mulai dari stabilisasi lereng tersebut dengan melakukan perkuatan material pembentuk lereng atau pemberian struktur penahan lereng secara bertahap hingga pengaturan drainase permukaan dan bawah permukaan dengan baik.

"Atau jika tidak dilakukan penataan ulang kawasan, bisa dengan cara merelokasi masyarakat yang ada di sekitar lokasi longsor ke tempat aman," katanya. (hyg)

Pencarian korban masuk hari ke-6

Memasuki hari keenam pencarian, tim SAR gabungan melanjutkan evakuasi terhadap 19 orang yang diduga masih tertimbun.

Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansah menyebutkan hingga saat ini total jumlah korban meninggal dunia yang ditemukan sebanyak 21 orang.

"Untuk korban yang masih dalam pencarian sebanyak 19 orang," kata Deden dalam keterangannya, Kamis (14/1)

Deden mengungkapkan, pagi tadi sekitar pukul 06.30 WIB telah dilakukan briefing kekuatan personel serta petunjuk kerja bersama seluruh tim SAR gabungan.

Selanjutnya, pukul 07.30 WIB tim mulai melakukan pencarian korban yang tertimbun di sekitar lokasi kejadian dengan membagi menjadi tiga sektor dan dua shift.

Sektor pertama, yaitu di sekitaran lapangan voli menggunakan satu unit backhoe. Kemudian, sektor kedua di Gedung TK membersihkan material untuk membuka akses jalan menggunakan satu unit backhoe dan sektor ketiga di belakang Masjid An-Nur penyemprotan material longsor menggunakan tujuh unit alkon.

"Jika korban ditemukan akan dievakuasi menggunakan ambulans ke Puskesmas Sawah Dadap untuk proses identifikasi korban oleh tim DVI Polda Jabar," ujar Deden.

(hyg/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK