Kronologi Heboh SOS Pulau Laki Hingga Dihapus Google

eks, CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 17:42 WIB
Kronologi heboh kasus tag lokasi SOS Pulau Laki hingga libatkan Basarnas dan akhirnya dihapus Google. Tampilan tag lokasi Google Maps yang hebohkan netizen (Google Earth)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus tanda tag lokasi SOS dan Tolonggg Pulau Laki mulai ramai kemarin (21/1) hingga melibatkan pemeriksaan lokasi oleh Basarnas dan akhirnya tanda itu dihapus Google.

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, isu tag lokasi SOS ini pertama kali muncul di Twitter dari akun salah satu netizen yang membagikan foto berupa tangkapan layar Pulau Laki dengan tanda SOS pada Selasa (19/1).


Belakangan, tag lokasi di Pulau Laki berubah-ubah menjadi Tolonggg, hingga Tolong Aku Aldo.

Namun, sebelum ramai di Twitter, kasus SOS Pulau Laki ini sudah lebih dulu ramai di Tiktok. Banyak tagar yang dipakai pengguna yang mengeposkan tag lokasi SOS Pulau Laki di media sosial itu.

Berdasarkan pantauan di beberapa tagar terkait Pulau Laki, seperti pulau laki, pulau laki sos, dan cek pulau laki, ternyata tag lokasi nyeleneh yang dipasang di Pulau itu sudah berlangsung sejak pekan lalu.

Pada Rabu (13/1) salah satu pengguna mulai menampilkan rekaman gambar Google Earth Pulau Laki dengan tag lokasi "Sate Ayam". Dalam video pendek itu, pengunggah menyebut kalau tag lokasi itu, "muncul sebentar-sebentar doang gak stabil seperti sebelumnya".

Komentar itu disertai dengan tagar #angker #ghaib #kepulauanseribu #pulaulaki #sriwijayaair. Lantas dalam video itu disertakan salah satu komentar pengguna lain yang menggiring wacana kalau tanda itu ditinggalkan oleh salah satu korban Sriwijaya Air.

"Aku mikirnya itu hp korban Sriwijaya, kalo nanti udah ga ada lagi tanda sate ayamnya berarti batre habis."

Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu (9/1).

Tak berhenti disitu, postingan serupa cukup banyak beredar. Tag lokasi pun semakin bervariasi beberapa hari kemudian.

Pada Jumat (15/1) tag lokasi di pulau tak berpenghuni ini makin variatif. Muncul tag lokasi soto ayam hingga toko roti.

Pada Minggu (17/1) tag lokasi sate ayam sudah hilang dan berganti jadi tag lokasi lapangan golf dan taman bermain anak. Hal ini juga ramai dibagikan oleh pengguna Tiktok.

Baru pada Selasa (19/1) tag lokasi SOS, Kami Masih Hidup, hingga Tolonggg, muncul. Tag lokasi ini yang lantas menghebohkan dunia maya. Tag lokasi lapangan golf dan taman bermain anak pun sudah hilang di pulau itu.

Ketika ditanya soal tanda SOS di Google Maps, Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman MS lantas mengatakan bakal mengecek kebenaran informasi tanda diPulau Laki, Kepulauan Seribu.

Tanda SOS ini bisa dilihat di aplikasi Google Maps. SOS kerap digunakan untuk menunjukkan bahaya dan meminta pertolongan.

Padahal menurut Rasman, sejauh ini tidak ada tanda-tanda atau informasi bahwa masih ada penumpang Sriwijaya Air yang selamat. Oleh karena itu, ia tak mau berspekulasi terkait beredarnya tanda SOS tersebut.

Sementara ketika dikonfirmasi kepada Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Eko Wahyu, ia meminta kemunculan tanda SOS itu ditanyakan ke pihak Google. Ia menambahkan pulau itu tak berpenduduk.

Ketika dikonfirmasi kepada Google, wakil Google Indonesia tak gamblang menjelaskan sumber dari tanda SOS dan Tolonggg itu. Perwakilan Google Indonesia hanya menjelaskan sumber data Google Maps terdiri dari tiga sumber.

"Sumber data Google Maps ada tiga, Google penyedia platform, ada pihak ketiga, sumber publik, dan kontribusi pengguna," jelas perwakilan Google Indonesia saat dihubungi, Rabu (20/1).

Penjelasan Google dan Basarnas

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK