Percakapan Abu Janda Ramai di Medsos, Pakar Telusuri Asalnya

CNN Indonesia | Senin, 01/02/2021 14:50 WIB
Pakar media sosial membeberkan soal perbincangan mengenai topik pro dan kontra Permadi Arya alias Abu Janda di jagat Twitter. Ilustrasi Abu Janda dilaporkan atas sikap rasis sebut Islam Arogan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar media sosial dari Drone Emprit, Ismail Fahmi membeberkan soal perbincangan mengenai topik pro dan kontra Permadi Arya alias Abu Janda di jagat Twitter.

Dalam sebuah postingan di Twitter, Ismail mengatakan klaster kontra dari inisial AJ lebih mendominasi di tanggal 30 Januari lalu. Namun Minggu (31/1) klaster pro dari AJ terlihat lebih mendominasi.

Hasil Social Network Analysis (SNA) yang diunggah lewat postingannya itu memperlihatkan perbedaan warna yang memisahkan warna hijau yang menandakan pro dan merah berarti kontra.


"Abu Janda Strikes Back! Hingga 30 Jan, cluster Kontra AJ (merah, negatif) jauh lebih besar. Sejak 31 Jan, cluster Pro AJ (hijau, positif) tampak lebih besar," cuit Ismail di akun pribadinya @ismailfahmi (1/2).

Sebelumnya, komentar warganet menjadi menjadi trending topik di Twitter yang mengomentari Abu Janda. Berdasarkan pantauan CNNIndoneisa.com, tagar #KamiBersamaPermadiArya menjadi trending topi sejak Senin (1/2) pagi.

Salah satu warganet memberikan dukungan kepada Permadi Arya seperti cuitan pada akun @Geliga__. Ia mengatakan Abu Janda tidak bersalah dan dia menilai butuh seseorang seperti Abu Janda untuk menyuarakan perlawanan terhadap intoleransi serta pemecah belah bangsa.

"Jelas kita butuh seorang @permadiaktivis1 untuk menyuarakan perlawanan terhadap intoleransi dan pemecah belah bangsa. Abu Janda Tidak Bersalah
#KamiBersamaPermadiArya," ujar @Geliga__

Namun, banyak juga pihak yang mengkritik Abu Janda. Salah satunya akun @7sevenAstra yang mengatakan Abu Janda sesat dan ingin mengacak Islam. Selain itu netizen juga ramai mendesak agar Abu Janda ditangkap atas sikap rasialis. Tagar #PermadiAryaBuzzerRasis menjadi paling populer di Twitter.

Selain itu, ada juga yang menganggap Abu Janda tidak penting di negeri ini, seperti pemilik akun @RezaPah83235722.

Abu Janda tengah menjadi sorotan usai menyebut Islam sebagai agama pendatang yang arogan. Hal itu disampaikan saat berdebat dengan tokoh 212 Tengku Zulkarnain di Twitter.

Abu Janda telah menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman selama ini. Menurut Rofi'i, pihaknya dengan para Kiai NU yang telah mendengar tabayyun itu dan mengklaim telah memaafkan Permadi.

Mantan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) As'ad Said Ali menyebut Abu Janda sebagai penyusup di tubuh NU. Bahkan provokasi Abu Janda cukup merusak organisasi tersebut.

Dia mengatakan saat menjadi Ketua Dewan Penasihat Ansor Nahdlatul Ulama, As'ad sempat mempertanyakan kepada pimpinan GP Ansor tentang Abu Janda setelah pernyataannya tentang NU dianggap ngawur.

"Kesimpulan saya dia penyusup ke dalam Ansor/NU, sehingga perlu ditelusuri kenapa bisa ikut pendidikan kader Ansor/Banser," tulis As'ad di akun Facebook pribadinya, Sabtu (30/1).

Begitu dicek, kata As'ad, ternyata tidak ada rekomendasi dari cabang atau wilayah Ansor/Banser yang sesuai dengan persyaratan untuk diterima sebagai peserta kaderisasi.

Dia mengatakan Abu Janda diterima atas rekomendasi seorang tokoh NU dengan pertimbangan prasangka baik, tanpa mengecek latar belakang Abu Janda.

As'ad mengatakan Abu Janda bahkan melakukan provokasi hingga merusak lingkungan NU. Beberapa pondok pesantren, kata As'ad, merasa terusik bahkan menjauhi struktur NU, seperti di daerah sekitar Bogor. Pimpinan Banser kala itu telah menegur Abu Janda.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK