Harga Langganan Spotify Premium Bakal Naik

eks, CNN Indonesia | Selasa, 27/04/2021 16:03 WIB
Spotify bakal menaikkan harga langganan layanan streaming musik premium yang akan mulai berlaku Juni mendatang. Ilustrasi. Spotify bakal menaikkan harga langganan layanan streaming musik premium yang akan mulai berlaku Juni mendatang. (Dok. Spotify)
Jakarta, CNN Indonesia --

Spotify akan menaikkan harga langganan layanan streaming musik premium yang akan berlaku Juni mendatang.

"Kami menawarkan berbagai pilihan berlangganan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan akan secara berkala memperbarui harga langganan akibat faktor makro ekonomi dan sesuai permintaan pasar," jelas juru bicara Spotify.

Kenaikan harga ini akan berpengaruh pada pengguna di Amerika Serikat, Inggris, sebagian Eropa, Asia dan Amerika Selatan. Belum diketahui apakah layanan ini akan berpengaruh pada pelanggan di Indonesia.


Namun, tidak semua layanan langganan akan mengalami kenaikan harga. Berikut daftar kenaikan harga langganan bulanan Spotify:

AS:
- Spotify Family: dari US$14,99 jadi US$15,99

Inggris:
- Spotify Student: dari 4.99 pounsterling jadi 5,99 poundsterling.
- Duo (untuk dua orang): dari 12,99 pounsterling jadi 13,99 pounsterling
- Family: dari 14,99 pounsterling jadi 16,99 pounsterling

Eropa:
- Spotify Student: 5,99 euro jadi 6,99 euro
- Duo: 12,99 euro jadi 13,99 euro
- Family: 14,99 euro jadi 17,99 euro

Spotify akan memberi kelonggaran selama satu bulan sebelum kenaikan harga dilakukan. Sehingga kenaikan harga akan berlaku mulai Juni. Kecuali untuk wilayah AS yang akan berlaku mulai 30 April.

Beberapa pelanggan mengaku sudah mendapat email notifikasi soal perubahan harga langganan ini, seperti dilaporkan Android Authority

Kenaikan harga dilakukan lantaran perusahaan streaming musik itu merugi 125 juta euro (sekitar Rp2,1 triliun; kurs Rp17.498,46) pada kuartal akhir 2020. Selain itu, pendapatan perpelanggan Spotify juga turun 8 persen, seperti dilansir The Verge

Kebijakan ini dilakukan setelah perusahaan streaming musik itu mengumumkan telah memiliki lebih dari 150 juta pelanggan beberapa bulan lalu. 

(eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK