LAPAN Masih Tunggu Data Kemensos Intai Rumah Penerima Bansos

CNN Indonesia
Kamis, 07 Oct 2021 15:20 WIB
LAPAN masih menunggu data dari Kemensos untuk bisa mengoperasikan pengintaian rumah penerima bansos lewat satelit. Ilustrasi. LAPAN masih menunggu data dari Kemensos untuk bisa mengoperasikan pengintaian rumah penerima bansos lewat satelit. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN, sekarang BRIN) mengungkap bahwa pihaknya masih menunggu data-data dari kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) untuk mengoperasikan metode 'mengintai' rumah penerima bantuan sosial (bansos) menggunakan citra satelit.

Metode ini digunakan untuk mengecek rumah penerima bansos agar penyaluran bantuan itu tepat sasaran. Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini Mengatakan akan bekerja sama dengan LAPAN untuk mengecek kondisi rumah menggunakan citra satelit.

"Tapi masih dalam pilot project, belum bisa operasional karena kita masih menunggu data-data dari kementerian sosial," ujar Rokhis Khomarudin Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN dalam webinar Riset dan Inovasi untuk Indonesia Tangguh Bencana dari BRIN, Kamis (7/10).


Rokhis mengatakan melalui citra satelit, LAPAN dan Kemensos dapat mendeteksi penerima bansos. Data yang bisa dicek terkait apakah lokasi rumah penerima bansos tersebut memang berada di daerah pemukiman kumuh atau tidak.

"Bagaimana melihat pemukiman kumuh kemudian nanti bisa dihubungkan dengan data koordinat dari penerima Bansos dan kita bisa bisa mengidentifikasi penerima Bansos itu berada di lokasi yang mana," imbuh Rokhis.

Saat ini uji coba metode tersebut masih diberlakukan untuk warga penerima bansos di wilayah Kota Bandung

"Untuk lokasi penerima Bansos tersebut kita masih di coba di Kota Bandung," kata Rokhis.

Sebelumnya, Rokhis juga sempat menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan memanfaatkan data dari satelit asing yang memiliki resolisi spasial 60 sentimeter.

Sebab, satelit LAPAN A2/ LAPAN ORARI milik lembaga BRIN itu belum mampu digunakan untuk memantau data spasial sedetil itu.

"(Pakai) Pleiades dan Worldview...LAPAN A2 untuk Orari komunikasi kebencanaan, untuk pemantauan Buminya masih belum bagus," jelasnya saat dihungi CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu (27/09).

Lewat akun Instagram @pusfatja_lapan, Rokhis juga sempat menjelaskan saat ini pihaknya sedang menyiapkan data satelit resolusi sangat tinggi dan metode analisisnya berdasarkan kecerdasan buatan.

LAPAN akan menggunakan data satelit resolusi sangat tinggi dan pengembangan analisisnya berdasarkan metode kecerdasan artifisial yang saat ini masih dalam tahap uji coba di Kota Bandung.

Metode ini dilakukan dengan identifikasi bangunan dan objek bumi lain menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

"Secara ringkas pengembangan metode berbasis kecerdasan artificial itu akan menemukan lokasi pemukiman kumuh di suatu kota," jelasnya lewat rekaman di akun Instagram @pusfatja_lapan.

"Melalui informasi titik koordinat penerima bansos yang diberikan oleh Kementerian Sosial untuk kemudian digabungkan dengan lokasi pemukiman kumuh yang didapatkan dari data citra satelit, pengembangan metode analisis berbasis AI dapat menemukan lokasi pemukiman kumuh di suatu wilayah, sehingga dapat ditemukan lokasi penerima bansos yang tinggal di wilayah yang ditentukan," tulis [email protected]_lapan, 1 September 2021.



(mrh/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER