MEET THE GEEK

Agus Haryono, Riset Bioplastik dan Perantauan Studi Negeri Sakura

lnn | CNN Indonesia
Jumat, 07 Jan 2022 15:31 WIB
Belasan tahun di Jepang, karier penelitian Agus Haryono dilanjutkan di Tanah Air dengan pengembangan pemanfaatan bioplastik. Belasan tahun di Jepang, karier penelitian Agus Haryono dilanjutkan di Tanah Air dengan pengembangan pemanfaatan bioplastik. (Foto: Tangkapan Layar Instagram @agusharyono2)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti bioplastik Organisasi Ilmu Pengetahuan Teknik (OR-IPT) BRIN Agus Haryono hampir menjadi dokter sebelum akhirnya menapaki jejak kariernya sebagai peneliti, dan justru mendapatkan gelar doktor.

"Sebenarnya saya sudah lulus di kedokteran di Universitas Airlangga, tapi saya baca-baca ada penerimaan beasiswa ke luar negeri. Dan ternyata melalui proses seleksi beberapa kali wawancara, ujian ini, ujian itu dan lolos akhirnya berangkat ke Jepang," kata Agus kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Kamis (6/1).

"Orang tua saya pengin salah satu anaknya jadi dokter, tapi ternyata sampai sekarang belum ada yang jadi dokter malah jadi doktor," imbuhnya.


Perjalanan Agus ke Jepang jadi awal mula kariernya sebagai peneliti kimia makromolekuler, yang saat ini lebih berfokus di bioplastik.

Kini Agus tengah terlibat dalam beberapa penelitian yang secara garis besar memiliki misi yang sama, yakni membawa dunia ke 'plastik' yang lebih ramah lingkungan.

Agus bersama rekan-rekannya tengah berupaya membuat kemasan semacam styrofoam, namun dengan berbahan dasar tepung singkong.

[Gambas:Instagram]

Pengembangan Bioplastik

Yang telah banyak beredar saat ini adalah kemasan kantong plastik dengan bahan serupa. Agus berusaha untuk meningkatkan pemanfaatan dari bahan tersebut agar kehadirannya dapat mengurangi penggunaan kemasan yang berdampak buruk pada lingkungan.

Namun pemanfaatan tepung singkong untuk kemasan makanan ini disebut Agus memiliki kendala seperti ketersediaan bahan dan ketahanannya terhadap panas.

"Singkong ini kan bahan pangan. Ya kita pikirkan agar tidak berkompetisi dengan kebutuhan pangan," katanya.

Untuk ketahanannya terhadap panas, Agus bersama tim memberikan pelapis agar bahan tidak meleleh karena langsung kontak dengan panas dari makanan.

Selain kemasan dari tepung singkong, Agus juga tengah mengembangkan pemanfaatan sawit untuk menjadi bioplastik.

Bioplastik sendiri merupakan jenis plastik yang lebih mudah terurai dibandingkan plastik biasa yang membutuhkan waktu ratusan tahun.

Menurut penelitian yang sudah dilakukan Agus, bioplastik bahkan bisa terurai hanya dalam waktu singkat, yakni dua minggu saja.

Pada penelitian pemanfaatan sawit menjadi bioplastik, Agus bekerja sama dengan sejumlah peneliti dari negeri tirai bambu Tiongkok.

Hasil dari penelitian yang berlangsung cukup lama ini bahkan menuai penghargaan Asian Excellency Award dari Society of Polymer Science pada 2008.

Selain kedua penelitian tersebut, Agus juga sedang aktif meneliti dampak mikroplastik yang tersebar di lautan.

Mikroplastik sendiri merupakan plastik berukuran lebih kecil dari lima milimeter yang berasal dari pecahan plastik yang lebih besar. Plastik-plastik ini berasal dari sampah di daratan yang memasuki aliran air lalu akhirnya terbawa ke laut.

Bagaimana jalan studi Agus Haryono? Simak di halaman berikutnya..

Jalan Panjang Agus Hingga Jadi Peneliti

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER