Virus Mirip Covid Ditemukan di Kelelawar Rusia, Potensi Pandemi Baru?

CNN Indonesia
Jumat, 30 Sep 2022 16:10 WIB
Kelelawar Rusia diklaim menjadi inang bagi sesosok virus mirip Covid-19. Berpotensi picu pandemi baru? Ilustrasi. Kelelawar Rusia diklaim membawa virus mirip Corona. (Foto: Pixabay.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah virus mirip Covid-19 ditemukan ditemukan di kelelawar Rusia. Ilmuwan pun mendesak pembuatan vaksin baru.

Para ilmuwan memperingatkan virus ini dapat memicu pandemi baru jika tidak segera dihadirkan vaksin. Virus ini disebut dapat menyebar ke manusia lewat binatang yang mati.

Mirip dengan SARS-CoV-2, virus pernapasan baru yang ditemukan di antara kelelawar yang dikenal sebagai Khosta-2 memiliki spike protein yang dapat menginfeksi sel manusia menggunakan jalan masuk yang sama.

Kemudian masalah lain terdapat pada resistensinya yang nyata terhadap antibodi monoklonal dan serum yang diinduksi pada penerima vaksin Covid-19.

Dengan kata lain, virus pernapasan baru ini tidak dapat dinetralisasi oleh obat-obatan kita saat ini.

Antibodi yang dikembangkan dari varian omicron bahkan disebut tidak efektif melawan virus baru ini. Padahal kedua patogen ini termasuk dalam kelompok yang sama dari virus corona pernapasan akut, yang dikenal sebagai sarbecovirus.

"Kritis, temuan kami menyoroti kebutuhan mendesak untuk melanjutkan pengembangan vaksin sarbecovirus baru dan perlindungan yang lebih luas," tulis para peneliti dalam jurnal yang diterbitkan di PLOS.

Para peneliti di Rusia pertama kali menemukan Khosta-2 bersama dengan virus kelelawar lainnya, Khosta-1, pada 2020. Namun kala itu para peneliti tidak ada patogen yang terlihat sangat berbahaya.

Kedua virus ini tidak terkait erat dengan SARS-CoV-2. Faktanya, mereka berasal dari garis keturunan berbeda yang tidak memiliki beberapa gen yang menurut peneliti diperlukan untuk melawan sistem kekebalan manusia.

Meski demikian, para ahli telah mengidentifikasi beberapa sifat yang mengkhawatirkan di Khosta-2 setelah pemeriksaan lebih dekat.

Di laboratorium, patogen kelelawar ini mampu menggunakan reseptor angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) pada sel hati manusia untuk menginfeksi jaringan dengan cara yang sama seperti SARS-CoV-2.

Domain pengikatan reseptor pada spike protein juga menunjukkan resistensi penuh terhadap antibodi monoklonal yang dipicu oleh vaksin COVID-19.

"Secara genetik, virus Rusia yang aneh ini tampak seperti beberapa virus lain yang ditemukan di tempat lain di seluruh dunia, tetapi karena mereka tidak terlihat seperti SARS-CoV-2, tidak ada yang mengira mereka benar-benar sesuatu yang terlalu menarik," jelas ahli virus Michael Letko dari Washington State University, seperti dikutip Science Alert.

"Tetapi ketika kami melihat mereka lebih jauh, kami benar-benar terkejut menemukan bahwa mereka dapat menginfeksi sel manusia. Itu mengubah sedikit pemahaman kami tentang virus ini, dari mana asalnya dan daerah mana yang menjadi perhatian," tambahnya.

Khosta-2 ditemukan di Taman Nasional Sochi Rusia di antara kelelawar tapal kuda (Rhinolophus hipposideros) yang merupakan spesies yang juga ditemukan di Eropa dan Afrika Utara.

Peneliti menyebut belum jelas apakah virus yang menginfeksi kelelawar ini dapat menyebar ke manusia di dunia nyata, tetapi temuan awal di laboratorium menunjukkan hal itu mungkin terjadi.

(lom/arh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER