"Kalau (perjalanan dinas diwajibkan) pakai low cost carier menjadi tidak fair terhadap Garuda," ujarnya usai Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2015, Senin (16/11).
Sofyan yang juga pernah menjabat sebagai Menteri BUMN itu mengaku tidak mendengar adanya permintaan dari Presiden Joko Widodo mengenai kewajiban menggunakan pesawat berbiaya murah (low cost carier). Namun, diakui Sofyan ada imbauan kepada seluruh kementerian untuk mengurangi rapat di hotel-hotel berbintang dan mendorong penggunaan fasilitas atau gedung masing-masing kementerian.
Kalau mewajibkan perjalanan dinas pakai low cost carier menjadi tidak fair terhadap GarudaSofyan Djalil |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lain halnya dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Pada prinsipnya selaku pejabat negara Amran siap mengikuti instruksi dan ketentuan belanja pegawai. "Kami terima asaja apapun keputusannya," ujarnya singkat.
Wacana tersebut memicu penolakan dari PT Garuda Indonesia Tbk. Manajemen Garuda khawatir instruksi Menteri Rini itu dapat menekan pendapatan perusahaannya sebab frekuensi penerbangan petinggi BUMN menggunakan kelas bisnis selama ini cukup tinggi.
Lihat juga:Garuda Protes Larangan Terbang Kelas Bisnis |