BANK DKI
Ahok Minta Dirut Bank DKI Pecat Karyawan Bermental PNS
CNN Indonesia
Senin, 08 Des 2014 13:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menginstruksikan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono memecat karyawan yang berkinerja buruk dan bermental seperti pegawai negeri sipil (PNS).
"Saya bilang ke Pak Eko, orang-orang lama di Bank DKI yang otaknya masih kaya PNS-PNS lama dipecat-pecatin saja," kata Gubernur DKI yang akrab Ahok ini di Balai Kota, Senin (8/12).
Menurut Ahok, kebijakan itu perlu dilakukan demi menaikkan derajat Bank DKI agar setara dengan komersil swasta. Intinya, dia mau bank milik daerah itu memiliki budaya kerja layaknya bank swasta seperti BCA.
"Yang tidak baik pecat-pecatin saja tidak usah pusing. Mesti tegas. Jadi baru bisa bagus ya," katanya menegaskan.
Pada kesempatan yang sama, Eko Budiwiyono berjanji akan melakukan instruksi Ahok tersebut. Dia mengaku tidak takut untuk mengambil keputusan tegas, meski harus memecat pegawainya. "Oh biasa saya, biasa," ucap Eko.
Menurut Eko, sudah banyak karyawan Bank DKI yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Ke depan, PHK masih akan berlanjut selama masih ditemukan penyimpangan.
"Banyaklah. Pokoknya ada penyimpangan pecat. Ini continue terus," ujar Eko.
Sebagai informasi, Eko Budiyono hadir ke Balai Kota dalam rangka penandatangan perjanjian kerjasama pembayaran melalui autodebet dengan PD Pasar Jaya. Selain Bank DKI, turut pula dalam kerja sama tersebut BCA, BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, dan Bank OCBC NISP.
"Kenapa saya begitu ngotot untuk pembayaran debit seperti ini? Ada sekitar 600.000 PKL di DKI Jakarta, mau ditaruh di mana? Salah satunya pasar ini, dan bank membantu untuk mengontrol. Kami juga menghindari oknum-oknum yang melakukan penipuan," jelas Ahok.
Orang-orang lama di Bank DKI yang otaknya masih kaya PNS-PNS lama dipecat-pecatin sajaBasuki Tjahaja Purnama |
Menurut Ahok, kebijakan itu perlu dilakukan demi menaikkan derajat Bank DKI agar setara dengan komersil swasta. Intinya, dia mau bank milik daerah itu memiliki budaya kerja layaknya bank swasta seperti BCA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, Eko Budiwiyono berjanji akan melakukan instruksi Ahok tersebut. Dia mengaku tidak takut untuk mengambil keputusan tegas, meski harus memecat pegawainya. "Oh biasa saya, biasa," ucap Eko.
"Banyaklah. Pokoknya ada penyimpangan pecat. Ini continue terus," ujar Eko.
"Kenapa saya begitu ngotot untuk pembayaran debit seperti ini? Ada sekitar 600.000 PKL di DKI Jakarta, mau ditaruh di mana? Salah satunya pasar ini, dan bank membantu untuk mengontrol. Kami juga menghindari oknum-oknum yang melakukan penipuan," jelas Ahok.