"Tambahan anggaran ini jangan dilihat sebagai omset, tapi lihat sebagai tugas," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Gedung Kementerian Keuangan, Senin malam (29/12).
Awalnya, kata Basuki, kementeriannya meminta tambahan anggaran sebesar Rp 47,5 triliun dari total pagu Rp 80 triliun di APBN 2015. Namun, yang dikabulkan Kemewnterian Keuangan hanya Rp 33 triliun karena mempertimbangkan kebutuhan anggaran lebih kementerian lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prioritas berikutnya, lanjut Basuki, perbaikan infrastruktur pendukung konektivitas di empat pintu utama perbatasan RI. "Keempat pintu perbatasan tersebut adalah Aruk, Entikong, Nanga Badau dan Nunukan. Itu yg harus kita perbaiki betul biar tidak kalah dari negeri seberang," jelas Basuki.
"Kita masih re-arrange lagi bagaimana mengalokasikan dana sebesar Rp 85 triliun ditambah Rp 33 triliun ini," jelasnya.
Selain Kementerian PU-PR, kementerian lain yang juga mendapatkan tambahan anggaran cukup besar dalam Rancangan APBN Perubahan 2015 adalah Kementerian Perhubungan sebesar Rp 20 triliun dan Kementerian Pertanian Rp 15 triliun.