Head of Research PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan pasca rilis penurunan harga BBM hingga harga semen, laju rupiah mampu berbalik positif.
“Hal itu seiring penilaian pelaku pasar nantinya imbas penurunan tersebut akan dapat membuat harga-harga sejumlah bahan pokok menurun sehingga inflasi dapat dikendalikan,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Minggu (18/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reza menambahkan, kebetulan juga laju dollar AS sempat melemah, setelah merespon peningkatan klaim pengangguran. Sehingga dapat dimanfaatkan rupiah untuk menguat. Laju rupiah berada di atas target level resisten 12.600.
Sebelumnya, PT Bahana TCW Investment Management menilai rupiah bakal berada di sekitar Rp 12.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada 2015. Prediksi itu sedikit lebih tinggi dari asumsi pemerintah di kisaran Rp 12.200 karena beberapa hal. (Baca juga: Bahana Investment Hembuskan Lagi Wacana Redenominasi Rupiah)
“Alasan utamanya adalah saat ini dunia ekonomi sedang memasuki era penguatan dolar AS. Hal itu arus diakui bakal membuat penguatan mata uang lain terhambat,” kata Budi Hikmat, Chief Economist Bahana TCW Investment di Jakarta, Rabu (14/1). (gir/gir)