Analis PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan potensi penguatan rupiah masih bersifat koreksi. Sentimen pelemahan masih terjaga dengan rupiah yang diperdagangkan di level saat ini.
“Akan tetapi, rupiah perlu mencatatkan level penutupan harian di atas 12.930 untuk melanjutkan momentum pelemahan. Kegagalan mengatasi area 12.930 dapat mendorong pergerakan sideways dengan kisaran perdagangan 12350 - 12930 untuk sementara waktu,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Senin (19/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ini membuat investor khawatir dengan outlook ekspor Indonesia ke Cina, mitra dagang utama Indonesia. Ini dapat membebani kinerja rupiah,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menurunkan harga premium dan solar masing-masing menjadi Rp 6.600 dan Rp 6.400 per liter. Harga semen produksi BUMN di bawah group PT Semen Indonesia diturunkan Rp 3.000 per sak. Harga elpiji 12 KG juga diturunkan menjadi Rp 129.000.
“Sentimen pelemahan rupiah masih terjaga dimana mata uang Garuda mungkin akan diperdagangkan di kisaran 12.540 hingga 12.630 untuk hari ini,” ungkapnya. (gir/gir)