Analis PT Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan potensi penguatan rupiah masih bersifat koreksi. Sentimen pelemahan masih terjaga dengan rupiah yang diperdagangkan di dalam indikator grafik perdagangan pasar uang.
“Sentimen pelemahan rupiah masih terjaga dimana mata uang Garuda mungkin akan diperdagangkan di kisaran 12.620 hingga 12.670 untuk hari ini dalam pasar uang,” ungkapnya seperti dikutip dari riset, Selasa (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, bank sentral Swiss telah memberlakukan suku bunga negatif -0,75 persen dan kebijakan ini juga diikuti oleh bank sentral Denmark yang kemarin menurunkan suku bunga depositonya menjadi -0,2 persen. Pasar juga berharap ECB akan meluncurkan kebijakan QE ketika mengakhiri pertemuan pada 22 Januari mendatang.
Menurut Zulfirman, jumlah itu lebih tinggi dari estimasi 7,2 persen tapi sama dengan publikasi sebelumnya 7,3 persen pada Q3 2014. Sementara itu, produksi industri Tiongkok meningkat 7,9 persen untuk bulan Desember; lebih baik dari prediksi kenaikan 7,4 persen dan publikasi sebelumnya yang meningkat 7,2 persen.
Dari sisi domestik, keputusan pemerintah Indonesia yang kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta menurunkan harga elpiji 12 Kg dan semen dapat meredakan kecemasan atas ancaman perlambatan ekonomi Indonesia.
“Namun, keputusan penurunan harga bbm juga akan memperlambat upaya perbaikan defisit current account Indonesia yang selama ini menjadi batu sandungan bagi rupiah,” jelasnya. (gir/gir)