"Ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi yang baik dan ini terlihat dari inflasi. Kami perkirakan untuk inflasi di Januari ini begitu rendah, bahkan mungkin bisa deflasi, dan ini karena penyesuaian harga BBM di tanggal 1 Januari dan 19 Januari," ujar agus usai rapat koordinasi di Istana Negara, Rabu (28/1).
Kecenderungan inflasi rendah, kata Agus, terlihat dari pergerakan turun harga-harga sejumlah komoditas utama pembentuk inflasi inti di berbagai daerah, seperti cabai, daging dan telur ayam, dan daging sapi. Fenomena ini dinilainya berkat intervensi pemerintah terhadap sejumlah harga-harga yang diaturnya (imported inflation).
Kendati ada potensi lonjakan inflasi pada Maret, Juni dan September, tetapi Agus Martowardojo optimistis secara agregat laju inflasi 2015 akan sesuai ekspektasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyeksi serupa jug adikemukakan oleh Menteri Keuangan bambang P.S. Brodjonegoro, yang memperkirakan laju inflasi bulan ini mendekati 0 persen. Kecenderungan harga yang turun pada Januari 2015 ditambah dengan proyeksi surplus neraca perdagangan Desember 2014 diyakini Bambang membuat investor optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia.
"Saat ini persepsi investor sangat positif terhadap Indonesia karena kemungkinan inflasi Januari itu hampir nol, kemudian neraca perdagangan Desember (2014) surplus," ujar Menkeu di Sitana Negara, Jakarta, Rabu (28/1).
Untuk memastikan stabilitas sistem keuangan, pemerintah aktif menggelar rapat koordinasi dengan bank Indoensia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menkeu mengatakan koordinasi ditingkatkan guna menyingkronkan kebijakan fiskal dan moneter.
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Joko Widodo pada hari ini, Rabu (28/1), OJK melaporkan kondisi ekonomi dari aspek industri keuangan. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad mengatakan forum ini digunakan instansinya untuk melaporkan inisiatif dan kebijakan yang telah dan akan diambil.
"Jadi update saja dan melaporkan optimisme para investor yang sudah mulai nampak terlihat," tuturnya. (ags/ags)