Minim Sentimen, Rupiah Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Jumat, 13/03/2015 06:42 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi berada dalam rentang 13.179-13.174 untuk kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat (13/3). Kasir memegang tumpukan uang rupiah di tempat penukaran uang di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi berada dalam rentang 13.179-13.174 untuk kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat (13/3), dengan kecenderungan melemah karena minimnya sentimen positif.

Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan rupiah belum menunjukkan adanya perbaikan seiring masih tingginya minat pelaku pasar untuk mentransaksikan laju dolar AS.

“Akan tetapi, pelemahan tersebut terlihat terbatas seiring adanya penguatan tipis antara euro, poundsterling, dan yen terhadap laju dolar AS,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Jumat (13/3).


Menurutnya, laju rupiah berada di bawah tipis target level support 13.175. Reza memprediksi belum adanya sentimen positif bagi rupiah membuat lajunya masih dalam tren pelemahan. Namun demikian, Reza mengharapkan pelemahan tersebut dapat lebih terbatas.

“Tidak jauh berbeda dari sehari sebelumnya dimana pelaku pasar masih merespon positif pelemahan euro terhadap laju dolar AS seiring realisasi program stimulus bank sentral Eropa karena dinilai pelemahan laju euro tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi para eksportir,” jelasnya.

Hal itu diharapkan dapat memperbaiki perolehan keuntungan yang selama ini dinilai stagnan. Mulai naiknya inflasi di Jerman, Perancis, dan Spanyol serta dibarengi rilis kenaikan industrial production Uni Eropa turut direspon positif.

Turunnya laju dolar AS seiring profit taking memberikan respon positif sehingga laju bursa saham AS dapat berada di zona hijau sepanjang perdagangan. berakhir merah seiring sikap pelaku pasar yang mulai merespon negatif penguatan yang terjadi pada dolar AS.

“Meski rilis klaim pengangguran tercatat turun dan dapat memberikan ekspektasi akan Fed rate, namun dapat diimbangi oleh masih rendahnya penjualan ritel AS,” jelasnya.

Dari perdagangan terakhir, kurs tengah rupiah ditransaksikan melemah 0,09 persen terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (12/3). Berdasarkan data BI, kurs tengah rupiah bertengger di level Rp 13.176 per dolar AS, dari kurs tengah sebelumnya Rp 13.164 per dolar AS. (gir/gir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK