Head of Research PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan rupiah belum menunjukkan adanya perbaikan seiring masih tingginya minat pelaku pasar untuk mentransaksikan laju dolar AS.
“Akan tetapi, pelemahan tersebut terlihat terbatas seiring adanya penguatan tipis antara euro, poundsterling, dan yen terhadap laju dolar AS,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Jumat (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tidak jauh berbeda dari sehari sebelumnya dimana pelaku pasar masih merespon positif pelemahan euro terhadap laju dolar AS seiring realisasi program stimulus bank sentral Eropa karena dinilai pelemahan laju euro tersebut dapat memberikan sentimen positif bagi para eksportir,” jelasnya.
Turunnya laju dolar AS seiring profit taking memberikan respon positif sehingga laju bursa saham AS dapat berada di zona hijau sepanjang perdagangan. berakhir merah seiring sikap pelaku pasar yang mulai merespon negatif penguatan yang terjadi pada dolar AS.
“Meski rilis klaim pengangguran tercatat turun dan dapat memberikan ekspektasi akan Fed rate, namun dapat diimbangi oleh masih rendahnya penjualan ritel AS,” jelasnya.
Dari perdagangan terakhir, kurs tengah rupiah ditransaksikan melemah 0,09 persen terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (12/3). Berdasarkan data BI, kurs tengah rupiah bertengger di level Rp 13.176 per dolar AS, dari kurs tengah sebelumnya Rp 13.164 per dolar AS. (gir/gir)