Obral Visa, Pemerintah Sesumbar Bisa Kalahkan Malaysia

Resty Armenia, CNN Indonesia | Senin, 16/03/2015 20:06 WIB
Obral Visa, Pemerintah Sesumbar Bisa Kalahkan Malaysia Menteri Pariwisata Arief Yahya saat menghadiri pembukaan Indonesia Fashion Week 2015 dengan menggunakan sarung berwarna merah. (CNN Indonesia/Tri Wahyunie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata Arief Yahya menjanjikan jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia bisa mengalahkan jumlah turis yang datang ke Thailand dan Malaysia dalam waktu dua tahun ke depan. Optimisme Arief tersebut ditopang oleh rencana pemerintah yang akan memberikan fasilitas bebas visa bagi 30 negara baru, sehingga jumlah negara yang warganya bisa melancong gratis ke Indonesia menjadi 45 negara.

“Terakhir jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia sebanyak 9,44 juta orang. Sementara Thailand sudah 26 juta orang dan Malaysia sudah 27 juta orang per tahun. Dalam waktu dua tahun, Indonesia bisa mengalahkan kedua negara itu,” kata Arief di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/3).

Arief tidak sungkan untuk mengakui bahwa kebijakan memperbanyak fasilitas bebas visa bagi turis negara lain terinspirasi oleh kebijakan kedua negara tersebut. Malaysia disebut Arief sudah membebaskan visa bagi turis dari 164 negara, sementara Thailand memberlakukan bebas visa bagi 56 negara.


Saat ini, fasilitas bebas visa baru diberlakukan Indonesia bagi turis asal 15 negara yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Hong Kong Special Administration Region (Hong Kong SAR), Makau Special Administration Region (Makau SAR), Cile, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

Kemudian empat negara yang sudah dipastikan dalam waktu dekat warganya bisa menerima fasilitas bebas visa adalah Tiongkok, Korea Selatan, Rusia, dan Jepang.

Sementara 26 negara lain yang akan masuk daftar untuk bisa membuat kerjasama resiprokal pembebasan visa antara lain Rusia, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, dan Meksiko.

Untuk bisa memenuhi target tersebut, Arief mengaku dalam waktu satu minggu ke depan akan menjajaki kerjasama pembebasan visa dengan perwakilan pemerintah masing-masing negara.

“Mungkin penandatanganan akan dilakukan dalam seminggu ini, dan setelah itu pembebasan visa berlaku sebulan setelah itu. Jadi paling cepat bulan depan sudah mulai berlaku dan turis-turis tersebut bisa menikmati 30 hari pemberlakuan bebas visa di Indonesia,” jelas Arief.

Bidik 11 Juta Turis Asing

Arief memperkirakan, jika rencana kebijakan tersebut berjalan lancar maka jumlah turis asing yang datang ke Indonesia bisa bertambah 1 juta orang. Dengan demikian, angka potensi tersebut akan menambah target jumlah turis asing sepanjang 2015 yang awalnya ditetapkan sebanyak 10 juta orang menjadi 11 juta orang.

“Tambahan 1 juta wisatawan itu diharapkan mereka bisa membelanjakan rata-rata US$ 1.000 per orang selama berada di Indonesia. Kisarannya antara US$ 1.000 sampai US$ 1.200 per orang, tapi kalau main aman di US$ 1.000 saja itu sudah ada uang masuk ke Indonesia US$ 1 miliar,” kata Arief. (gen)