Dapat PMN, Rating SMI Ditetapkan idAA+

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2015 12:10 WIB
Dapat PMN, Rating SMI Ditetapkan idAA+ Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini dalam Indonesia Infrastructure Week Event 2014. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pemeringkat Efek Indonesia masih tetap memberikan peringkat idAA+ bagi perusahaan pembiayaan infrastruktur milik pemerintah, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dari segi peringkat perusahaan dan peringkat obligasi I/2014 karena suntikan modal dari pemerintah.

Pefindo beralasan, tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 20,4 triliun dinilai sebagai faktor utama pemeringkatan tersebut, yang diharapkan dapat memberikan tambahan pembiayaan lebih bagi proyek infrastruktur.

"Pertambahan modal dari pemerintah ke SMI sangat baik karena seperti yang kita ketahui, SMI memiliki banyak proyek namun memiliki dana yang minim. Sehingga untuk periode Maret 2015 hingga Maret 2016, kami masih tetapkan rating di idAA+," ungkap Senior Vice President Financial Division Pefindo, Hendro Utomo di Bursa Efek Indonesia, Selasa (17/3).


Pefindo juga menyambut baik penyerahan aset senilai Rp 18,4 triliun dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) ke SMI, dimana angka tersebut menyumbang 90,19 persen dari total keseluruhan penambahan modal sebesar Rp 20,4 triliun tersebut. Pefindo menyatakan, hal tersebut bisa membuka akses ke infrastruktur daerah.

"Saat ini PIP mengelola aset infrastruktur, dan sebagian pembiayaan disalurkan ke Pemerintah Daerah. Bagi kami, hal tersebut bisa membuka channel pembiayaan SMI ke daerah-daerah sehingga cakupan pembiayaan makin besar," tambah Hendro.

Namun dengan adanya hal tersebut, pemeringkatan SMI akan terbilang riskan mengingat semakin besarnya pembiayaan maka akan semakin meningkatnya kredit macet. Adanya hal tersebut, Hendro menambahkan, akan berpengaruh terhadap kualitas aset.

"Kalau kita lihat, debitur SMI pasti meminjam dalam ukuran nominal yang besar. Kalau terjadi sesuatu pada debitur yang menyebabkan gagalnya pengembalian kredit, maka hal tersebut berdampak buruk pada kualitas aset dan berpotensi menurunkan peringkat SMI," tuturnya.

Meskipun beresiko, Pefindo tetap memberikan outlook stabil bagi PT SMI dan bahkan peringkatnya bisa meningkat jika pemerintah mau menambah sutikan modal. "Karena dana yang dimiliki pemerintah hanya bisa membiayai 25 persen infrastruktur, sehingga harus dibantu pihak swasta yang memiliki tingkat keyakinan pengembalian pinjaman yang baik," ujar Hendro.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa salah satu proyek yang tengah dibidik SMI adalah proyek kereta yang menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma dengan skema Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) senilai Rp 19 triliun. Selain itu, terdapat juga proyek tol Trans Sumatera Palembang - Indralaya dengan nilai Rp 2 triliun. (gir/gir)
pmn