Hal tersebut menyusul penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/Mou) terkait studi kelayakan proyek tersebut antara Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno dengan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional RRT di Beijing, Tiongkok, Kamis (27/3) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Selama ini kan sudah dilakukan studi yang dilakukan oleh pihak Jepang. Nanti (pemerintah) tahu mana yang lebih menguntungkan, mana yang lebih cepat , mana yang lebih murah, mana yang lebih menguntungkan bagi republik ini,” ujarnya.
Menurut Sofyan, dari hasil studi Tiongkok pemerintah dapat mengambil keputusan terkait teknologi yang akan digunakan. “Tapi apakah teknologi Jepang atau teknologi Tiongkok, dari hasil studi ini kita akan melihat dan akan diputuskan,” tutur Sofyan. (gir)