Pasalnya, pipa utama yang menjadi penghantar uap panas bumi dari wilayah eksplorasi ke boiler pembangkit diketahui patah menjadi tiga bagian akibat tertimpa longsoran tanah.
"Tanah di sana itu labil. Jadi ketika tanah bergeser, menyebabkan longsoran yang masif dan besar. Tanah tadi menyapu sebagian penduduk dan menimpa instalasi pipa uap PLTP Wayang Windu," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana di kantor Kementerian ESDM, Rabu (6/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dampaknya mungkin lagi dihitung sama PLN. Mudah-mudahan tidak besar tapi untuk dampak silakan tanya PLN," katanya.
Pasca kejadian itu, Rida bilang instansinya pun telah menerjunkan tim guna melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Badan Nasional Penanggulan Bencana guna melakukan evakuasi terhadap fasilitas sumur dan instalasi pipa uap. Selain itu, pihaknya juga masih mengumpulkan informasi dan runtutan kejadian dari insiden tanah longsor yang merenggut nyawa empat orang tersebut.
"Untuk instalasi pembangkit, yang pasti dari kemarin sampai sekarang PLTP belum beroperasi," ujarnya. (gen)