Wakil Ketua Umum Kadin Koordinator Wilayah Timur, Annar Salahuddin Sampetoding mengatakan wilayah Indonesia Timur memiliki potensi proyek-proyek yang siap dikembangkan dan digarap. Termasuk potensi sektor pariwisata.
"Pariwisata kita dorong bangun dermaga-dermaga besar, karena Indonesia belum ada pelabuhan yang bisa disinggahi kapal-kapal besar. Padahal kapal-kapal besar dari Australia itu banyak melewati wilayah laut Indonesia," kata Annar dalam konferensi pers di Menara Kadin, Jumat (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reza Maspaitella Ketua Bidang Investasi, Banking, Finance dan Pengembangan Usaha Wilayah Timur Kadin mengatakan Kadin ingin menitikberatkan pola kerjasama melalui skema kerjasama pemerintah swasta (public private partnership/PPP) dalam mengelola proyek-proyek potensial yang siap jalan.
Rencananya, Kadin sendiri akan menggelar Rapat Kerja Nasional yang disertai oleh 'Trade and Investment Forum: East Indonesian Regions" yang akan dilaksanakan pada Senin, 25 Mei mendatang di Hotel Borobudur Jakarta.
Acara yang rencananya dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu akan melibatkab para investor dari swasta dalam negeri maupun asing, BUMN, pemerintah dan para pelaku usaha nasional yang akan membahas potensi pembangunan di wilayah Indonesia Timur.
Sejahterakan Tenaga Kerja
"Di Indonesia Timur sedikit sekolah yang layak. Kita kerjasama untuk mengirim Indonesia Timur untuk sekolah dan magang di Jepang dan Belanda," kata Annar.
"Kami harap dalam lima tahun ke depan bisa menciptakan sedikitnya 100 ribu wirausahawan UMKM baru agar bisa menopang industri-industri berkembang di sana," kata Annar. (gen)