Neraca Dagang Indonesia Surplus Dalam Lima Bulan Terakhir
Agust Supriadi | CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2015 17:33 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) kembali mencatatkan surplus untuk kelima kalinya secara beruntun sampai Mei 2015 sebesar US$ 950 juta meski nilai ekspor mengalami penyusutan. Secara kumulatif total surplus NPI yang dicatat selama Januari-Mei 2015 adalah sebesar US$ 3,75 miliar.
"Surplus tercipta karena penurunan ekspor diikuti pula dengan penurunan impor. Ini merupakan surplus yang kelima sejak Januari lalu," tutur Suryamin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) di kantornya, Senin (15/6).
BPS mencatat nilai impor Indonesia pada Mei sebesar US$ 11,61 miliar turun 8,05 persen dibandingkan April. Namun jika dibandingkan nilai impor Mei 2014 yang mencapai US$ 14,77 miliar, impor bulan lalu anjlok 21,4 persen.
Sementara nilai ekspor Mei tercatat turun 4,11 persen dibanding bulan sebelumnya, dengan nilai US$ 12,56 miliar. Apabila dibandingkan dengan Mei 2014, ekspor turun 15,24 persen pada bulan lalu.
Secara kumulatif, impor Januari-Mei mencapai US$ 60,97 miliar atau minus 17,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Demikian pula dengan ekspor Januari-Mei turun 11,84 persen menjadi US$ 64,72 miliar.
Suryamin merinci, hingga Mei neraca migas tercatat masih defisit sebesar US$ 1,98 miliar, sedangkan dari sisi nonmigas surplus sebesar US$ 5,7 miliar. Di Asean, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 464,7 miliar.
Namun jika dirinci per negara, NPI masih defisit US$ 1,4 miliar dengan Thailand. Begitu pula dengan Uni Eropa, posisi terakhir NPI surplus US $1,5 miliar. Namun dengan Jerman, NPI tercatat defisit US$ 418 juta.
Defisit NPI juga terjadi tehadap Tiongkok sebesar US$ 6,67 miliar, Australia minus US$ 1,04 miliar dan Korea Selatan negatif US$ 501 juta. "Dengan Australia defisit karena ekspor gandum dan sapi meningkat," tutur Suryamin. (gir/gir) Add
as a preferred
source on Google
"Surplus tercipta karena penurunan ekspor diikuti pula dengan penurunan impor. Ini merupakan surplus yang kelima sejak Januari lalu," tutur Suryamin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) di kantornya, Senin (15/6).
BPS mencatat nilai impor Indonesia pada Mei sebesar US$ 11,61 miliar turun 8,05 persen dibandingkan April. Namun jika dibandingkan nilai impor Mei 2014 yang mencapai US$ 14,77 miliar, impor bulan lalu anjlok 21,4 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara kumulatif, impor Januari-Mei mencapai US$ 60,97 miliar atau minus 17,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Demikian pula dengan ekspor Januari-Mei turun 11,84 persen menjadi US$ 64,72 miliar.
Namun jika dirinci per negara, NPI masih defisit US$ 1,4 miliar dengan Thailand. Begitu pula dengan Uni Eropa, posisi terakhir NPI surplus US $1,5 miliar. Namun dengan Jerman, NPI tercatat defisit US$ 418 juta.
Defisit NPI juga terjadi tehadap Tiongkok sebesar US$ 6,67 miliar, Australia minus US$ 1,04 miliar dan Korea Selatan negatif US$ 501 juta. "Dengan Australia defisit karena ekspor gandum dan sapi meningkat," tutur Suryamin. (gir/gir) Add
as a preferred source on Google