Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan kepercayaan pasar Eropa kini sangat tergantung dengan keputusan status Yunani dalam keanggotannya di Uni Eropa. Dia mengatakan jika tidak ada kejadian bangkrutnya Yunani, maka nilai Euro Bond diperkirakan akan tetap tinggi dan menarik.
"Kepercayaan itu sangat berpengaruh ke obligasi Euro. Kalau tidak ada Yunani saya yakin kelebihan permintaannya (oversubscribe) nya tinggi," ujar Bambang, di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kamis (2/7) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun dengan kondisi Yunani ini siapa yang berani. Orang akan lihat apakah Yunani akan keluar. Apakah Uni Eropa akan bertahan tanpa Yunani. Begitu juga sebaliknya. Jadi pengaruhnya ke Euro Bond," jelasnya.
"Awal tahun itu sebenarnya paling tepat, dimana pasar dalam kondisi tenang dan stabil. September juga, namun untuk sekarang ada saja gangguannya," ujar Schneider, Rabu (1/7) lalu.
Selain menerbitkan Euro Bond, pemerintah juga berencana menerbitkan surat utang negara berdenominasi Yen Jepang (Samurai Bond). Bambang memastikan proses administrasi khususnya permasalahan pajak yang mengganjal rencana tersebut.
"Masalah pajak sudah beres. Bulan ini akan di issue," ujarnya.
Sebagai informasi, pemerintah menargetkan pembiayaan sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun melalui penerbitan samurai bond di pasar Jepang pada semester I 2015. (gen)