"Kalau (target) sudah ditetapkan ya ditetapkan. Siapa yang bilang diubah? Siapa yang menetapkan? Memangnya Menko bisa ubah Presiden," kata JK di kantornya, Jakarta, Selasa (8/9).
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang ingin memangkas target proyek listrik 35 ribu MW menjadi 16 ribu MW, yang menurut JK merupakan pendapat pribadi sang menteri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain lebih realistis, kata Rizal, revisi target mega proyek pembangkit listrik ini dilakukan untuk menghindari kerugian besar yang akan diderita PLN kelak.
Berdasarkan hitungannya, jika proyek pembangkit listrik 35 ribu MW dipaksakan tuntas dalam lima tahun, maka dengan beban puncak sebesar 74 ribu MW pada 2019, PLN akan mengalami kelebihan pasokan listrik yang tidak terpakai (idle) sebanyak 21.331 MW. Akibat kelebihan pasokan listrik tersebut, maka biaya yang harus ditanggung PLN pada 2019 diperkirakan mencapai Rp 10,76 miliar.
Update: berita ini sekaligus meluruskan berita sebelumnya dengan judul: “Wapres JK Pasrah Target Proyek Listrik 35 Ribu MW Dipangkas”. Redaksi meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. (gen)