Sampai September 2015, Nilai IPO Hampir Menyamai Tahun Lalu

Gentur Putro Jati , CNN Indonesia | Senin, 14/09/2015 01:58 WIB
Sampai September 2015, Nilai IPO Hampir Menyamai Tahun Lalu PT Bank Harda Internasional Tbk menjadi emiten terakhir yang melakukan IPO pada Rabu 12 Agustus 2015. (CNN Indonesia/Giras Pasopati)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melansir nilai penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di tahun ini sudah hampir melampaui total nilai IPO sepanjang tahun lalu.

Sebanyak 10 emiten baru yang melantai di bursa serta dua emiten yang melakukan pencatatan saham kembali (relisting) di 2015 tercatat bernilai Rp 9,02 triliun atau hanya kurang Rp 10 miliar dari total nilai IPO 24 emiten di sepanjang 2014 dengan perolehan dana Rp 9,12 triliun.

“Melihat data tersebut, kami menilai masih ada kemungkinan total nilai IPO di tahun ini akan melampaui total nilai IPO sepanjang tahun lalu,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI Irmawati Amran dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (13/9).

Sedangkan untuk data pencatatan saham tambahan, di sepanjang Januari 2015 hingga 11 September 2015 (year to date) terdapat 14 emiten yang melakukan rights issue dengan nilai dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 31,68 miliar atau 19,22 persen di bawah total perolehan rights issue sebanyak 22 emiten sejumlah Rp 39,22 triliun sepanjang 2014.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah menginformasikan bahwa total emisi obligasi dan sukuk korporasi yang tercatat di BEI di sepanjang tahun ini berjumlah 37 emisi dengan nilai emisi Rp 48,51 triliun. Dari sisi nilai emisi, tersebut telah melampaui pencapaian di sepanjang 2014 dengan total nilai emisi Rp 46,84 triliun dari hasil penerbitan 49 obligasi dan sukuk.

Dengan demikian, total nilai emisi obligasi dan sukuk sampai dengan saat ini berjumlah 272 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 247,21 triliun dan US$ 100 juta, diterbitkan oleh 104 emiten.

Sementara Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 95 seri dengan nilai nominal Rp 1.400,95 triliun dan 5 EBA senilai Rp2,59 triliun.