Produk dalam negeri yang ditawarkan Menperin ke Freeport antara lain baja buatan PT Krakatau Steel Tbk, semen hasil produksi PT Semen Indonesia Tbk, dan batubara hasil tambang PT Bukit Asam Tbk.
Hal itu disampaikan langsung Saleh Husin kepada Manajamen Freport ketika berkunjung ke kawasan tambang Freeport di Mimika, Papua, Sabtu (19/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari segi kualitas, kata Menperin, kualitas produk Indonesia cukup mumpuni untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan BUMN, swasta dan pemerintah. Menurutnya, faktor kedekatan lokasi juga menjadi keunggulan produk anak bangsa ketimbang harus mengimpor dari luar negeri.
Sekitar 70 persen dari anggaran tersebut atau sebesar US$ 1,16 miliar direncanakan Freeport untuk belanja produk-produk lokal, sedangkan sisanya US$ 498 juta untuk belanja impor.
Saleh Husin mengatakan, pemerintah berharap investasi yang besar itu bisa mengalir juga ke perusahaan penghasil komponen dan manufaktur domestik. Dengan demikian, hal ini turut menggerakkan aktivitas bisnis dan lapangan kerja.
"Apalagi pemerintah sedang memacu ekonomi melalui paket kebijakan deregulasi pada pertengahan September kemarin," katanya.
Menanggapi permintaan tersebut, Direktur Utama Freeport Indonesia, Maroef Sjamsuddin menyampaikan komitmen Freeport untuk menggunakan produk dalam negeri.
Berdasarkan catatan Freeport, realisasi belanja produk lokal per 10 Juli 2015 mencapai 36 persen atau sebesar US$ 422 Juta. (ags)