Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto menjelaskan target jumlah pembangunan rumah tersebut awalnya dicanangkan ketika perusahaan berasumsi mendapat PMN senilai Rp 2 triliun. Namun ketika PMN Perumnas ditetapkan hanya Rp 1 triliun saja, target itu tak dikoreksi karena yakin PMN bisa mempercepat realisasi pembangunan rumah.
"Namun kini PMN sebesar Rp 1 triliun itu pun belum cair, jadi kami belum tahu apakah progress pembangunannya bisa tercapai. Sepertinya belum mencapai, kami coba kejar tahun depan dengan dana yang ada," ujar Himawan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, dalam program rumah murah pemerintah sebanyak 603.516 unit, Perumnas mendapat jatah 36.018 unit atau memiliki proporsi 5,97 persen dari target jumlah rumah murah hingga akhir tahun. Porsi terbesar pembangunan rumah murah didominasi oleh RealEstat Indonesia (REi) dengan jumlah 230 rinu rumah atau 38,11 persen dari target jumlah rumah murah.
Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), realisasi pembangunan rumah murah hingga pertengahan September 2015 sudah mencapai 493.550 ribu unit, atau 81,82 persen dari target pemerintah hingga akhir tahun. (gen)