Sudirman Said Sebut Pemerintah Menang Banyak dari Freeport
Gentur Putro Jati | CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2015 12:51 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said memastikan pemerintah Indonesia memperoleh banyak kemenangan dalam proses pembahasan negosiasi ulang kontrak karya (KK) dengan manajemen PT Freeport Indonesia.
Kemenangan tersebut melengkapi potensi menarik investasi sebesar US$ 18 miliar dari perusahaan tambang Amerika Serikat (AS) yang akan ditanam Freeport untuk proyek tambang bawah tanah yang dikembangkannya.
“Jadi yang kami pikirkan adalah bagaimana mencari solusi dari ekonomi yang sedang melambat dan setiap kesempatan investasi, kita tangkap. Semuanya bicara bagaimana caranya menarik investasi dari luar, nah yang sekarang sudah didalam kok tidak diteruskan. Jadi ini logikanya,” ujar Sudirman, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis (22/10).
Beberapa kemenangan tambahan yang menurut Sudirman dikantongi pemerintah antara lain, hak penguasaan lahan tambang Grasberg di Papua seluas 200 ribu hektare, sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) Mineral dan Batubara (Minerba) dipangkas menjadi sekarang 120 ribu haktare yang selisihnya dikembalikan ke pemerintah.
“Selain itu kita juga meminta peningkatan tingkat kandungan komponen dalam negeri 5 persen per tahun, dua hal ini belum pernah dibicarakan sebelum-sebelumnya,” tegasnya.
Royalti Sudah Tinggi
Terkait royalti, Sudirman menyebutkan dalam dokumen KK yang berlaku sampai 2021 nanti, angka yang didapat pemerintah sudah mendekati 5 persen dengan pajak-pajak yang sangat tinggi.
“Jadi yang mengatakan royalti 1 persen itu, tidak memahami isi kontrak. Karena dokumennya mengatakan royaltinya sudah sampai hampir 5 persen, dengan pajak yang sangat-sangat tinggi,” ujar Sudirman. (Baca juga: Rizal Ramli Tegas Tolak Ubah Aturan Minerba untuk Freeport). (gen)
Kemenangan tersebut melengkapi potensi menarik investasi sebesar US$ 18 miliar dari perusahaan tambang Amerika Serikat (AS) yang akan ditanam Freeport untuk proyek tambang bawah tanah yang dikembangkannya.
“Jadi yang kami pikirkan adalah bagaimana mencari solusi dari ekonomi yang sedang melambat dan setiap kesempatan investasi, kita tangkap. Semuanya bicara bagaimana caranya menarik investasi dari luar, nah yang sekarang sudah didalam kok tidak diteruskan. Jadi ini logikanya,” ujar Sudirman, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis (22/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait royalti, Sudirman menyebutkan dalam dokumen KK yang berlaku sampai 2021 nanti, angka yang didapat pemerintah sudah mendekati 5 persen dengan pajak-pajak yang sangat tinggi.
“Jadi yang mengatakan royalti 1 persen itu, tidak memahami isi kontrak. Karena dokumennya mengatakan royaltinya sudah sampai hampir 5 persen, dengan pajak yang sangat-sangat tinggi,” ujar Sudirman. (Baca juga: Rizal Ramli Tegas Tolak Ubah Aturan Minerba untuk Freeport). (gen)