Sampai September, Papua Sumbang 97% Produksi Emas Freeport

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Senin, 26/10/2015 08:23 WIB
Sampai September, Papua Sumbang 97% Produksi Emas Freeport Tambang Freeport Indonesia memproduksi 887 ribu ons emas, alias 97,79 persen terhadap total produksi emas konsolidasi Freeport-McMoRan di dunia. (Dok. Freeport Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Freeport Indonesia, anak perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) Freeport-McMoRan Inc memproduksi emas sebanyak 887 ribu ons dari tambang yang dioperasikannya di Papua, naik 14,3 persen dibandingkan produksi periode yang sama tahun lalu sebanyak 776 ribu ons.

Dikutip dari laporan keuangan kuartal III 2015 Freeport-McMoRan, produksi emas asal Papua menyumbang 97,79 persen terhadap total produksi emas konsolidasi yang berjumlah 907 ribu ons.

Masih dari laporan keuangan yang sama, Freeport-McMoRan juga melaporkan jumlah produksi tembaga dari Indonesia mengalami kenaikan 18,49 persen menjadi 551 juta pon, dibandingkan realisasi produksi sampai 30 September 2014 sebanyak 465 juta pon.


Jika dihitung secara konsolidasi, tembaga asal Papua menyumbang 19,03 persen terhadap total produksi tembaga Freeport-McMoRan di seluruh dunia yang jumlahnya 2,92 miliar pon.

Chairman Freeport-McMoRan James R. Moffett dikutip dari keterangan resmi perusahaan, menyatakan realisasi produksi dan penjualan hasil tambang konsolidasi perusahaan berusia 103 tahun itu bisa lebih tinggi seandainya tambang Grasberg di Papua tidak terganggu El Nino di kuartal III 2015.

Moffett mencatat sepanjang Juli-September 2015, total penjualan emas konsolidasi sebesar 294 ribu ons, anjlok 44 persen dibandingkan periode yang sama di 2014 sebanyak 525 ribu ons.

“Angka tersebut merefleksikan volume yang lebih rendah dari Freeport Indonesia yang menghasilkan ore grades lebih rendah akibat terkena El Nino,” kata Moffet, dikutip Senin (26/10).

Akibat kondisi cuaca ekstrim tersebut, manajemen Freeport-McMoRan memperkirakan target penjualan emas dan tembaga konsolidasi tidak akan mencapai target yang ditetapkan sebelumnya yaitu masing-masing sebanyak 1,2 juta ons emas dan 4,1 miliar pon tembaga.

“Kami perkirakan akan lebih rendah dari target semula, tembaga akan lebih rendah 130 juta pon dan emas lebih rendah 90 ribu ons akibat perubahan jadwal operasi yang terpengaruh kondisi El Nino di Indonesia,” jelasnya. (gen)