4 Bank BUMN Sepakat Patungan Akuisisi Perusahaan ATM Bersama

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Senin, 26/10/2015 16:21 WIB
4 Bank BUMN Sepakat Patungan Akuisisi Perusahaan ATM Bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bersama jajaran Direksi Bank BUMN saat menandatangani komitmen kerjasama jasa pembayaran tol, Jakarta, Senin (31/8). (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Empat bank milik negara akan patungan dana untuk mengakuisisi saham perusahaan penyedia layanan jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bersama. Hal ini sejalan dengan komitmen Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) mengoperasikan ATM Merah Putih pada akhir tahun ini.

Keempat bank pelat merah tersebut meliputi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Kesepakatan akuisisi saham tersebut telah dibuat keempat bank BUMN tersebut pada 21 Oktober 2015.

“Persoalah lain lagi muncul, yang mau jual (layanan ATM) ini apakah dia mau jual ke kita majority shareholder atau minority. Ini dalam taraf negosiasi,” kata Asmawi Syam, Ketua Himbara yang juga Direktur Utama BRI di kantor Kementerian BUMN, Senin (26/10).


Aswami berharap, keempat bank BUMN itu nantinya bisa menjadi pemilik mayoritas perusahaan penyedia layanan ATM agar proses layanan bisa lebih efisien. Saat ini, keempat bank itu belum memiliki penyedia layanan jaringan ATM.

Namun, Asmawi mengingatkan bahwa akusisi penyedia layanan ATM ini akan memakan waktu karena keempat perseroan harus mengantongi izin dari berbagai pihak terkait atas aksi korporasi tersebut.

Dia mengatakan, Bank Mandiri telah ditunjuk untuk mencari konsultan terkait transaksi akuisisi itu. Saat ini, prosesnya telah memasuki tahap penilaian dan masih menanti opini dari konsultan.

Meskipun telah mengantongi nama calon perusahaan yang ingin diakuisisi, Asmawi masih enggan membocorkannya. Dia juga tidak mau membocorkan berapa alokasi anggaran yang disiapkan keempat bank BUMN untuk menguasai saham perusahaan swasta tersebut.

“Kita berikan kesempatan empat bank itu equal (mendanai) sama-sama,” ujarnya. (ags/gen)