Djoko Siswanto, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menerangkan, nantinya Poten and Partners akan melakukan kajian terhadap dua konsep pengembangan blok Masela, yang akan menjadi pertimbangan pemerintah sebelum menentukan kelanjutan megaproyek gas tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam proposalnya, perusahaan migas asal Jepang tersebut menyodorkan konsep Floating Liquefied Natural Gas (FLNG) berkapasitas 7,5 metrik ton per tahun (MTPA) untuk mengeksploitasi Lapangan Abadi, Blok Masela.
Sedangkan dengan menimbang beberapa faktor mencakup pengoptimalan efek berganda (multiplier effect), sejumlah praktisi migas dalam Forum Tujuh Tiga Institut Teknologi Bandung (Fortuga ITB) lebih condong memilih fasilitas pengembangan onshore LNG atau land based LNG.
Berangkat dari polemik ini Djoko pun menjanjikan bahwa hasil kajian yang dirilis Poten and Partners akan berjalan independen dan akuntabel.
"Targetnya 45 hari," imbuh Djoko. (dim/gen)