“Dalam kesempatan ini saya sekali lagi ingin menegaskan bahwa pemerintah mendukung sebesar-besarnya industri sawit,” kata JK dalam sambutannya di pembukaan acara International Palm Oil Conference (IPOC) 2015 di Bali, Kamis (26/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Karena (sumber minyak nabati) terbesar maka Indonesia memiliki efek yang besar juga, karena Indonesia merupakan produsen palm oil terbesar di dunia pada masa ini,” ujarnya.
“Naik-turunnya keberhasilan sawit sangat mempengaruhi pendapatan masyarakat, pendapatan negara secara keseluruhan,” ujarnya.
Namun demikian, JK juga mengingatkan industri kelapa sawit harus berjalan dengan prinsip keberlanjutan melalui tata kelola yang baik.
“Perkebunan sawit haruslah menyeimbangkan, menyesuaikan diri, bagaimana sawit tetap tumbuh berkembang tapi dengan tetap terjaga lingkungan,” katanya.
Ke depannya, Wapres berharap industri kelapa sawit bisa meningkatkan produktivitas dan kerjasama dengan kelompok plasma.
Dalam IPOC 2015, yang merupakan konferensi industri kelapa sawit terbesar di dunia, hadir 1126 pemangku kepentingan industri kelapa sawit dari 22 negara, antara lain dari Malaysia, Kamerun, Australia, China, Taiwan, dan Amerika Serikat. (ags/ags)